Wabup Fahmi Buka Gending Scout Camp 2026, 700 Pelajar Siap Jadi Generasi Berkarakter
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semangat kepramukaan dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai pelaksanaan Gending Scout Camp (GSC) 2026 yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Gending di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026).

Sebanyak 700 pelajar SD/MI dan SMP/MTs dari 45 gugus depan (gudep) mengikuti kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tersebut. Selain diisi berbagai aktivitas kepramukaan, GSC 2026 juga memberikan perhatian khusus terhadap edukasi, kebersihan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta serta penanaman pohon.
Turut hadir Camat Gending Winda Permata Erianti selaku Kamabiran Gerakan Pramuka Gending, Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, para kepala desa, kepala sekolah dan kepala madrasah, pengurus Kwaran, mabigus, pembina pramuka, pelatih serta pengurus gugus depan.

Dalam sambutannya, Wabup Fahmi AHZ menegaskan bahwa peringatan Hari Pramuka tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat.
“Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar kegiatan seremonial atau upacara tahunan. Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat bahwa Gerakan Pramuka hadir untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, mandiri, disiplin, peduli, bertanggung jawab serta siap memberikan karya nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan Gerakan Pramuka tidak cukup diukur dari kemeriahan kegiatan. Lebih dari itu, manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan lingkungan menjadi bagian penting dari keberadaan Pramuka.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kwaran Gerakan Pramuka Gending yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Gending,” tegasnya.

Wabup Fahmi juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan bersama. Ia mendorong Gerakan Pramuka menjadi salah satu pelopor dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan.
“Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, memilah sampah, menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” jelasnya.
Ia menilai kegiatan penanaman pohon yang menjadi bagian dari GSC 2026 merupakan bentuk karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Menanam pohon bukan hanya kegiatan menanam bibit di tanah. Menanam pohon adalah menanam harapan, menanam kehidupan dan menanam masa depan,” terangnya.
Wabup Fahmi berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah pelaksanaan GSC 2026 selesai. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di setiap gugus depan.
“Kita jaga alam, alam jaga kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan mengatakan pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan GSC 2026. Para peserta tidak hanya memperoleh materi dan pengalaman kepramukaan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Di antaranya ada pelestarian lingkungan, tadi ada penanaman penghijauan dan juga mendorong untuk peduli terhadap sampah,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan kreatif yang mengangkat isu lingkungan. Di antaranya lomba konten kreator bertema **“Sampahmu Tanggung Jawabmu”**, lomba gambar bercerita dengan tema serupa hingga kegiatan membuat kerajinan dari bahan sampah.
Menurut Irawan, pendekatan kreatif tersebut diharapkan dapat membuat pesan tentang kepedulian lingkungan lebih mudah diterima oleh para pelajar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi dorongan bagi anak-anak untuk menjadi generasi yang sadar, terutama tentang bagaimana bahaya sampah dan dampaknya terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Melalui GSC 2026, Gerakan Pramuka Kwaran Gending tidak hanya menghadirkan kegiatan perkemahan dan aktivitas kepramukaan, tetapi juga berupaya menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai generasi muda yang disiplin, mandiri, berkarakter dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
