Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Pembangunan Gedung DPRD, Soroti Progres dan Percepatan Pekerjaan
Probolinggo, Radarpatroli.com
Komisi III DPRD Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan gedung Kantor DPRD Kota Probolinggo. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus mengevaluasi sejumlah kendala yang memengaruhi progres pembangunan. Senin (24/08/2026).

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, mengatakan pihaknya menyoroti progres pekerjaan yang masih mengalami keterlambatan. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat deviasi pekerjaan sekitar 9,7 persen yang perlu segera dikejar agar pembangunan dapat selesai sesuai target pada Desember mendatang.
“9,7 persen ini akan kami evaluasi secara menyeluruh, termasuk kekuatan dan penyebab kekurangan progresnya. Memang beberapa kali pekerjaan dihentikan karena ada kegiatan. Ini harus dievaluasi agar kegiatan dewan dan pembangunan bisa berjalan bersama,” ujar Muchlas Kurniawan.

Menurutnya, waktu penyelesaian pembangunan menjadi salah satu perhatian utama Komisi III. Karena itu, pihaknya meminta seluruh pihak terkait melakukan percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketentuan teknis pembangunan.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kota Probolinggo, Rahman Kurniadi, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi progres pekerjaan. Selain itu, pekerjaan juga beberapa kali harus dihentikan ketika terdapat kegiatan di sekitar lokasi pembangunan.
“Kondisi di lapangan, ketika ada rapat atau kegiatan, pekerjaan harus dihentikan. Itu menjadi salah satu kendala. Sekarang progres harus dilakukan dengan percepatan, termasuk dukungan dana,” jelas Rahman Kurniadi.

Di sisi lain, Komanditer CV Dua Putri, Yogi Soejopo, memaparkan sejumlah kendala teknis yang ditemui sejak awal pembangunan. Salah satunya berkaitan dengan kondisi tanah dan tingginya debit air karena lokasi pembangunan berada di kawasan pesisir.
Menurut Yogi, pekerjaan harus dilakukan dengan kedalaman sekitar 12 meter. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus menggunakan pompa untuk mengatasi debit air yang cukup tinggi sebelum proses pengeboran dan pekerjaan konstruksi dapat dilanjutkan.
“Di kedalaman sekitar 12 meter, debit air cukup tinggi karena kita berada di daerah pesisir. Kami membutuhkan pompa dengan debit sekitar lima meter kubik per jam. Setelah itu, kami melakukan pengeboran dengan kedalaman kurang lebih 15 meter,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab pekerjaan membutuhkan waktu lebih panjang. Sebab, proses pengecoran tidak dapat dilakukan ketika masih terdapat air dalam area pekerjaan sehingga harus dikeringkan terlebih dahulu.

Yogi menambahkan, hingga saat ini sejumlah kolom bangunan telah selesai dicor. Pihaknya optimistis progres pekerjaan dapat terus dikejar pada tahapan berikutnya, termasuk persiapan struktur lantai dua dan pekerjaan plat dengan ketebalan sekitar 15 sentimeter.
“Dengan adanya pengawasan dari rekan-rekan dewan, progres akan kami kejar. Saat ini sekitar 18 kolom sudah masuk, dan sebagian sudah selesai dicor,” katanya.
Terkait capaian pekerjaan, Yogi menyampaikan terdapat perbedaan antara realisasi yang terlihat secara visual dengan progres yang tercatat dalam dokumen administrasi. Hal tersebut disebabkan adanya pekerjaan yang masih dalam proses input dan penyesuaian administrasi.

Komisi III DPRD Kota Probolinggo menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan gedung DPRD tersebut. Evaluasi secara berkala diharapkan dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, anggaran, serta target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Dengan percepatan pekerjaan dan koordinasi antara DPRD, Dinas PUPR, serta pihak pelaksana, pembangunan gedung Kantor DPRD Kota Probolinggo diharapkan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember mendatang.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
