Dandim 0820/Probolinggo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kawasan Gunung Bromo

0
4fdba46a-f5b3-483e-a073-e72d0d910b2f
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com 

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus dilakukan secara intensif. Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pemadaman, pengamanan sekaligus melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait, Jumat (28/8/2026).

Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Gunung Bromo yang masuk wilayah administratif Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan dengan kontur cukup terjal menjadi salah satu tantangan bagi petugas dalam melakukan penanganan titik api.

Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengatakan, jajaran Kodim 0820/Probolinggo mengerahkan personel gabungan menuju lokasi kebakaran. Mereka bersama unsur kepolisian, BPBD Kabupaten Probolinggo dan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahu-membahu melakukan pemadaman serta penanganan terhadap titik-titik api yang masih ditemukan.

“Melaksanakan pemantauan perkembangan titik api guna mengantisipasi penyebaran api akibat tiupan angin dan kondisi vegetasi yang kering, sekaligus memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan personel selama pelaksanaan pemadaman mengingat medan berada di area perbukitan yang terjal,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

Ia menjelaskan, pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam proses penanganan Karhutla. Perubahan arah angin serta kondisi vegetasi yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat menjalar ke kawasan lain. Karena itu, personel di lapangan terus mengamati perkembangan situasi sekaligus melakukan upaya untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Selain memimpin pemadaman, Dandim juga memastikan koordinasi antarpersonel dan instansi berjalan dengan baik. Koordinasi dilakukan bersama pihak TNBTS serta unsur terkait lainnya untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi medan dan perkembangan api.

“Dokumentasi kegiatan dan perkembangan situasi di lapangan serta melaporkan perkembangan situasi kepada komando atas,” ujarnya.

Dalam penanganan Karhutla tersebut, kekuatan personel gabungan yang diterjunkan mencapai 137 personel. Rinciannya, sebanyak 60 personel berasal dari Kodim 0820/Probolinggo, 20 personel dari Polsek Sukapura, 15 personel BPBD Kabupaten Probolinggo dan 42 personel dari pihak TNBTS.

Untuk mendukung proses pemadaman, sejumlah kendaraan dan sarana operasional juga dikerahkan. Di antaranya dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) TNBTS, satu unit mobil Damkar BPBD Kabupaten Probolinggo dan satu unit mobil Damkar Kodim 0820/Probolinggo.

Selain itu, Kodim 0820/Probolinggo mengerahkan 50 unit motor trail untuk mendukung mobilitas personel menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Sedangkan BPBD dan TNBTS turut menyiapkan tiga unit mobil Strada Double Cabin sebagai sarana pendukung operasional di medan yang memiliki akses terbatas.

Menurut Dandim, kondisi geografis kawasan Gunung Bromo membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh personel. Proses pemadaman tidak hanya berfokus pada titik api, tetapi juga memperhitungkan faktor keselamatan petugas, terutama karena lokasi berada di kawasan perbukitan dan memiliki vegetasi yang relatif kering.

Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, BPBD, TNBTS dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Dengan kekuatan personel dan dukungan sarana yang tersedia, seluruh pihak terus berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar kawasan Gunung Bromo untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya kering dan rawan terjadi Karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk turut berperan aktif meningkatkan kewaspadaan bersama dalam mencegah kebakaran, khususnya di kawasan rawan Karhutla,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila melihat adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Langkah cepat dari masyarakat dinilai sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan sebelum api semakin besar dan sulit dikendalikan.

“Jika menemukan adanya titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, kami berharap warga segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkas Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Pendim 0820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!