Asoka Carnival 2026 Meriah, 600 Peserta Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Kelurahan Sukoharjo

0
IMG-20260831-WA0027
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Suasana Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Minggu (30/8) siang, berubah semarak dengan hadirnya ratusan peserta yang menampilkan beragam kesenian dan budaya dalam Festival Kesenian dan Budaya Asoka Carnival 2026.

Kegiatan tahunan masyarakat Kelurahan Sukoharjo tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667. Tahun ini, Asoka Carnival mengusung tema “Bersama dalam Keberagaman, Berkarya dalam Budaya, Bersinar dalam Kreativitas.”

Kemeriahan kegiatan turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin. Hadir pula Camat Kanigaran, para lurah se-Kecamatan Kanigaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kelurahan Sukoharjo.

Rangkaian karnaval dimulai dari lapangan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Probolinggo. Selanjutnya, peserta bergerak menyusuri Jalan KH Hasan Genggong hingga menuju kawasan Patung Sapi di Jalan Sunan Kudus.

Kesenian musik dug-dug Jagad Sari menjadi penampilan pembuka. Tabuhan musik yang dipadukan dengan penyanyi dan penari langsung membangun suasana meriah dan menarik perhatian warga yang memadati sepanjang jalur karnaval.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memberikan apresiasi atas inisiatif dan partisipasi masyarakat Kelurahan Sukoharjo yang secara konsisten menggelar kegiatan seni dan budaya tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti Asoka Carnival memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian lokal.

“Mudah-mudahan ini mempunyai multiplier effect bagi perekonomian, khususnya di Kelurahan Sukoharjo,” ujar dr. Aminuddin.

Sementara itu, Ketua Pokmas Bintang Bersinar sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Harianto, mengatakan Asoka Carnival menjadi wadah untuk menggali sekaligus memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Sukoharjo.

Ia menyebut kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam bidang seni budaya, memperkenalkan potensi pariwisata serta produk unggulan kelurahan, sekaligus mendorong perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

“Selain itu, untuk meningkatkan kreativitas partisipasi masyarakat dalam kegiatan seni budaya, memperkenalkan potensi pariwisata dan produk unggulan di tingkat kelurahan, serta mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat,” papar Harianto.

Asoka Carnival 2026 diikuti sekitar 600 peserta. Mereka berasal dari kader PKK, kader Posyandu, masyarakat umum, pelaku UMKM, hingga pegiat ekonomi kreatif Kelurahan Sukoharjo.

Sebelum parade dimulai, para pemuda dan pemudi Sukoharjo terlebih dahulu menampilkan peragaan busana batik. Kegiatan tersebut juga disertai pemaparan mengenai batik yang disampaikan oleh Sumaryono.

Parade budaya kemudian dibuka dengan tari kreasi dari TP PKK dan kader Posyandu Kelurahan Sukoharjo. Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai wilayah RW dan RT turut menyuguhkan penampilan khas masing-masing.

Warga RT 05/RW 02 menampilkan tari kreasi, disusul RW 01 dengan tarian Sorote Lintang Cahyaning Nusantara. Kemudian hadir tari kreasi Perahu Layar dari RW 04 serta tari kreasi pemuda bertema tahun 1970-an dari RT 06/RW 04.

Nuansa keberagaman semakin terlihat saat RW 03 menampilkan budaya Betawi. Penampilan lainnya yakni Jaran Bodag Bersolek dari RT 03/RW 06 dan pertunjukan Budaya Nusantara dari RT 02/RW 06.

Tak berhenti di situ, peserta juga menampilkan drama perjuangan, atraksi Putra Madura Bersatu, tarian Roro Jonggrang Tengger Bromo, hingga berbagai tari kreasi baru.

Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk menampilkan atraksi mereka di area transit sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju titik akhir karnaval.

Menariknya, barisan terdepan diisi pengurus TP PKK Kelurahan Sukoharjo yang tampil mengenakan pakaian adat bertema Bhinneka Tunggal Ika. Busana tersebut memiliki nilai tersendiri karena seluruhnya dibuat menggunakan bahan daur ulang hasil kreativitas kader.

“Ini full daur ulang, kita buat sendiri dari Pokja 2 Kelurahan Sukoharjo. Pembuatannya memakan waktu sekitar satu minggu,” tutur Sekretaris Pokja 2 TP PKK Kelurahan Sukoharjo, Ima.

Selain menjadi panggung bagi seni dan budaya, Asoka Carnival 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi berbagai produk UMKM lokal.

Koordinator UMKM Kelurahan Sukoharjo, Misti Aryani, mengatakan para pelaku usaha turut antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa beragam produk unggulan, mulai dari batik produksi UMKM Sukoharjo, peyek, keripik, hingga aneka makanan.

“Untuk menyemarakkan, sekarang semakin meriah ya, jadi UMKM juga ikut memeriahkan. Kami membawa produk batik dari UMKM Sukoharjo, peyek, keripik, serta bermacam-macam makanan,” jelas Misti.

Salah satu produk kuliner yang mendapat perhatian adalah kue bolen. Menurut Misti, makanan tersebut menjadi salah satu kuliner yang identik dan memiliki kekhasan tersendiri bagi masyarakat Kelurahan Sukoharjo.

“Kalau yang saya bawa sekarang ada kue bolen. Bolen ini memang spesial di sini, spesial khas Sukoharjo,” ujarnya.

Melalui Asoka Carnival 2026, masyarakat Kelurahan Sukoharjo tidak hanya merayakan kemerdekaan dan Hari Jadi Kota Probolinggo, tetapi juga menunjukkan bahwa keberagaman budaya, kreativitas masyarakat, dan geliat UMKM dapat berjalan beriringan untuk memperkuat potensi lokal serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!