Modul Kepemimpinan Kelas Rangkap Diuji, Perkuat Peran Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo

0
IMG-20260911-WA0084
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya memperkuat pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap (multigrade) di Kabupaten Probolinggo terus dikembangkan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan modul kepemimpinan khusus bagi kepala sekolah sebagai panduan dalam mengawal pembelajaran kelas rangkap agar berjalan lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan guru maupun sekolah.

Pengembangan modul tersebut dilakukan melalui uji keterbacaan Modul Kepemimpinan Kelas Rangkap yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

Kegiatan berlangsung di Kantor Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura, Kamis (10/9/2026). Uji keterbacaan ini melibatkan sejumlah pengawas dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi dan District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono.

Uji keterbacaan dilakukan untuk memperoleh masukan serta umpan balik dari para praktisi pendidikan terhadap substansi modul yang telah disusun. Review tidak hanya difokuskan pada materi, tetapi juga mencakup penggunaan bahasa, tingkat keterbacaan hingga relevansi isi modul dengan kondisi nyata pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap di sekolah.

Keterlibatan langsung pengawas dan kepala sekolah diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, modul yang nantinya digunakan sebagai panduan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh kepala sekolah dalam menjalankan perannya.

Dalam proses tersebut, terdapat empat bagian utama yang menjadi bahan review. Keempatnya meliputi penyamaan visi, peran kepala sekolah, supervisi berbasis coaching serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Keempat materi tersebut dinilai penting dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. Melalui panduan yang lebih jelas, kepala sekolah diharapkan mampu mengawal proses pembelajaran kelas rangkap, melakukan supervisi secara tepat serta menyusun tindak lanjut berdasarkan kebutuhan guru dan kondisi sekolah.

Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi mengatakan, masukan dari praktisi pendidikan menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan modul sebelum digunakan secara lebih luas.

Menurutnya, setelah proses penyusunan selesai, modul tersebut diharapkan dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan pelatihan bagi kepala sekolah yang menerapkan pembelajaran kelas rangkap.

“Setelah modul ini jadi akan menjadi panduan pelatihan bagi Kepala Sekolah pelaksana pembelajaran kelas rangkap,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan pengawas dan kepala sekolah dalam uji keterbacaan sangat diperlukan. Sebab, mereka memiliki pengalaman langsung dalam mengawal proses pembelajaran sekaligus memahami berbagai tantangan yang dihadapi satuan pendidikan dalam menerapkan pembelajaran kelas rangkap.

Sementara itu, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Habibah Umaroh menyampaikan bahwa keberadaan modul tersebut diharapkan dapat membantu kepala sekolah menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan lebih terarah.

“Dengan adanya modul ini, peran kepala sekolah dalam mengawal pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap makin terstruktur dan terarah, sesuai kebutuhan guru,” ujarnya.

Menurutnya, masukan dari para praktisi pendidikan sangat penting agar modul yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah. Materi yang mudah dipahami, aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan akan membantu kepala sekolah dalam menjalankan fungsi supervisi dan kepemimpinan pembelajaran.

Pengembangan modul kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo. Selain memperkuat kapasitas kepala sekolah, pengembangan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Praktik baik yang berkembang di Kabupaten Probolinggo juga berpotensi menjadi bahan pembelajaran untuk diadaptasi dan diimbaskan ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki kondisi maupun kebutuhan serupa dalam penyelenggaraan sekolah kelas rangkap.

Melalui uji keterbacaan tersebut, Modul Kepemimpinan Kelas Rangkap diharapkan semakin matang sebelum digunakan sebagai bahan pendukung pelatihan. Penguatan kapasitas kepala sekolah sekaligus menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi sekolah, guru maupun peserta didik.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!