Rutan Kraksaan dan Dispersip Perkuat Sinergi Literasi bagi Warga Binaan

0
IMG-20260927-WA0002
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya meningkatkan akses literasi bagi warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan melalui penguatan sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui peminjaman dan pengembalian koleksi buku secara berkala. Pada Sabtu (26/9/2026), Rutan Kraksaan mengembalikan sebanyak 100 buku yang sebelumnya dipinjam dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo. Pada kesempatan yang sama, Rutan kembali menerima 100 buku baru untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan warga binaan.

Pergantian koleksi secara berkala tersebut membuat bahan bacaan di lingkungan Rutan terus diperbarui. Dengan demikian, warga binaan memiliki pilihan buku yang lebih beragam untuk dibaca dan dimanfaatkan selama menjalani proses pembinaan.

Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, mengatakan kerja sama dengan Dispersip Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu bagian penting dalam menyediakan ruang belajar sekaligus menambah wawasan warga binaan.

“Kami berupaya menyediakan bahan bacaan yang beragam agar warga binaan tetap memiliki ruang untuk belajar dan menambah wawasan selama menjalani pembinaan. Karena itu, kerja sama dengan Perpusda ini terus kami manfaatkan secara berkala,” ungkapnya.

Menurut Galih, sinergi tersebut tidak hanya sebatas pemenuhan koleksi buku, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembinaan. Kehadiran bahan bacaan diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang edukatif dan bermanfaat.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kraksaan, Trias Widigdo, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dilaksanakan dengan pola pertukaran koleksi secara berkala.

“Setiap periode kami mengembalikan 100 buku yang sudah dipinjam sebelumnya, kemudian meminjam 100 buku baru. Pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan, yakni sekitar satu bulan atau paling lama tiga bulan sekali,” ujarnya.

Menurut Trias, pola tersebut membuat koleksi buku yang tersedia tidak hanya mengandalkan judul yang sama dalam jangka waktu panjang. Rotasi koleksi memberikan variasi bahan bacaan sehingga warga binaan dapat menemukan berbagai jenis buku sesuai minat dan kebutuhannya.

Di sisi lain, Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, mengatakan program sinergi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses informasi dan literasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di Rutan Kraksaan.

“Buku bukan sekadar lembaran kertas berisi teks, melainkan jendela dunia dan cermin jiwa. Membaca adalah sebuah perjalanan batin yang membebaskan akal budi, meskipun raga sedang menjalani masa pembinaan,” katanya.

Ulfiningtyas menambahkan, Dispersip Kabupaten Probolinggo telah menyiapkan ribuan eksemplar buku pilihan yang dapat dimanfaatkan warga binaan. Koleksi tersebut mencakup berbagai tema, mulai dari keterampilan kerja, kewirausahaan, motivasi, keagamaan hingga buku fiksi.

Koleksi buku tersebut nantinya akan dirotasi secara berkala ke Rutan Kraksaan sehingga warga binaan dapat memperoleh bahan bacaan yang berbeda dari waktu ke waktu.

“Harapannya, waktu luang selama masa pembinaan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mengasah skill baru dan memperluas wawasan,” tambahnya.

Sinergi antara Rutan Kraksaan dan Dispersip Kabupaten Probolinggo sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan. Ketersediaan bahan bacaan diharapkan dapat mendorong minat baca warga binaan serta menjadi sarana untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan baru.

Melalui kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, kegiatan literasi di Rutan Kraksaan diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas pengisi waktu luang, tetapi juga dapat mendukung proses pembinaan dan memberikan bekal pengetahuan bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!