Parenting di SD Sukapura Bekali Orang Tua Pola Asuh Anak Sehat dan Cerdas
Probolinggo, Radarpatroli.com
Upaya membangun lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak terus dilakukan di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan parenting yang mempertemukan sekolah, orang tua dan berbagai unsur pendamping untuk memperkuat pemahaman tentang pola asuh, kesehatan, gizi serta perlindungan anak.

Fasilitator Parenting Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan parenting di SDN Ngadisari 2, Kecamatan Sukapura, pada Selasa (29/9/2026), kemudian dilanjutkan di SDI Nurul Hikmah As Sholeh, Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang didukung INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), melalui Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia tersebut mengusung tema “Bekali Orang Tua Pola Asuh Positif untuk Anak Sehat dan Cerdas.”
Di SDN Ngadisari 2, kegiatan diikuti sebanyak 30 orang tua murid kelas 1 hingga kelas 6 dengan melibatkan empat fasilitator. Sementara di SDI Nurul Hikmah As Sholeh, kegiatan diikuti 20 orang tua murid kelas 1 hingga kelas 6 dengan lima fasilitator.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan dan tumbuh kembang anak. Pendekatan ini sekaligus memperluas layanan pendidikan berbasis multilayanan melalui kolaborasi antara INOVASI dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Para fasilitator berasal dari berbagai unsur, yakni tim Puskesmas Sukapura, tim TP PKK Kecamatan Sukapura serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo.

Berbagai materi yang diberikan berkaitan erat dengan kehidupan anak sehari-hari. Mulai dari pola asuh positif, pemenuhan gizi seimbang, pentingnya sarapan, perlindungan anak, pencegahan kekerasan terhadap anak, pemilihan jajanan sehat hingga penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan, tetapi juga diajak mengikuti praktik mencuci tangan yang benar, simulasi menyusun menu gizi seimbang serta berdiskusi mengenai penerapan pola asuh yang tepat di lingkungan keluarga.
Fasilitator Parenting Kabupaten Probolinggo Dwi Wahyuniawati mengatakan antusiasme para wali murid terlihat selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, metode yang menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami berbagai materi yang diberikan.
“Alhamdulillah para wali murid sangat antusias. Mereka aktif berdiskusi tentang pola asuh, gizi seimbang, pentingnya sarapan hingga kebiasaan hidup sehat di rumah. Praktik mencuci tangan dan menyusun menu bergizi juga membuat kegiatan lebih menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.
Sementara itu, District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono mengatakan kegiatan parenting diarahkan untuk memperkuat pola asuh positif sebagai salah satu fondasi dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus peningkatan kualitas pendidikan.
“Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah. Lingkungan keluarga dan pola pengasuhan yang diterapkan orang tua juga memiliki peran dalam membentuk kebiasaan serta karakter anak,” katanya.
Ia menambahkan, pengasuhan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan bahwa “membesarkan satu anak adalah tanggung jawab satu kampung.”
Menurutnya, pengasuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu maupun keluarga inti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan ayah, keluarga besar, guru, tetangga dan lingkungan sekitar.
“Lingkungan tempat anak tumbuh juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Anak belajar dari apa yang mereka lihat dan alami, sehingga orang dewasa di sekitarnya memiliki peran dalam memberikan contoh perilaku yang baik sekaligus mengarahkan anak ketika melakukan kesalahan,” tegasnya.
Kepala SDN Ngadisari 2 Marsini Astuti mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, parenting memberikan tambahan wawasan bagi orang tua sekaligus menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada para fasilitator yang telah berbagi ilmu, pengalaman dan inspirasi kepada orang tua. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala SDI Nurul Hikmah As Sholeh Heri Kusyairi. Ia menyampaikan sambutan selamat datang sekaligus apresiasi kepada para wali murid yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.
“Pertemuan ini menjadi ruang untuk menjelaskan tujuan pelaksanaan parenting sekaligus memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya pengasuhan dalam mendukung tumbuh kembang anak,” tuturnya.
Melalui kegiatan parenting tersebut, sekolah dan orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang semakin selaras dalam mendampingi anak, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, pola asuh maupun perlindungan.
Dengan keterlibatan keluarga, sekolah dan lingkungan secara bersama-sama, pendampingan terhadap anak diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan mendukung anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas dan berkarakter.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
