Rangkul Kaum Muda di Era Digital, Ansor Laweyan Kecamatan Sumberasih Gelar Kompetisi E-Sport

0
IMG-20261005-WA0042
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya mendekatkan organisasi kepemudaan dengan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Laweyan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, memilih memanfaatkan popularitas e-sport dengan menggelar Tournament Mobile Legends Season 2 sebagai ruang silaturahmi, kompetisi sekaligus sarana mengenalkan organisasi kepada kalangan anak muda.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Laweyan, Minggu (4/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sejumlah tim dari wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung dengan suasana meriah dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Turnamen Mobile Legends tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi permainan daring. Ansor Ranting Laweyan menjadikannya sebagai ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat, membangun jejaring pertemanan serta mempererat silaturahmi antarpeserta.

Di bawah kepemimpinan Ketua Pimpinan Ranting Ansor Laweyan, Hasan Abdul Wafi, organisasi tersebut terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menyasar berbagai bidang, mulai dari keagamaan, sosial hingga kepemudaan.

Ketua Pelaksana Tournament Mobile Legends Season 2, Mohammad Samsul Huda, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak.

Ia menyebut pelaksanaan turnamen sempat mengalami penundaan sebanyak dua kali akibat kendala teknis. Namun, seluruh panitia tetap berupaya memastikan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar meskipun sebelumnya sempat mengalami penundaan jadwal sebanyak dua kali karena kendala teknis. Saya mewakili panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini, khususnya seluruh peserta, para donatur, serta Pemerintah Desa Laweyan yang selalu memberikan support,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pertandingan dimulai hingga babak akhir. Ratusan pemuda dari berbagai wilayah Probolinggo turut mengikuti kompetisi tersebut.

Selain menjadi ajang adu strategi dan kemampuan dalam permainan Mobile Legends, turnamen juga menjadi momentum bagi para peserta untuk memperluas pergaulan dan membangun komunikasi antarkomunitas pemuda.

Ketua Pimpinan Ranting Ansor Laweyan, Hasan Abdul Wafi, mengatakan kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar kompetisi e-sport.

Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap mampu menjangkau generasi muda. Salah satu caranya adalah hadir di ruang-ruang yang memang menjadi bagian dari kehidupan anak muda saat ini.

“Tournament ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh Ansor Ranting Laweyan. Saya mendukung kegiatan ini karena berkaca pada tournament sebelumnya, masih banyak pemuda yang belum mengetahui apa itu Ansor. Melalui pertandingan Mobile Legends ini, Ansor mulai dikenal oleh pemuda yang sebelumnya belum mengenal organisasi kami,” kata Mas Wafi.

Ia menilai pendekatan melalui Mobile Legends menjadi salah satu cara untuk membuka komunikasi dengan kalangan muda yang sebelumnya belum memiliki kedekatan dengan organisasi.

“Hitung-hitung mengenalkan Ansor melalui jalur Mobile Legends. Zaman sudah berubah, maka cara bergerak juga harus berubah. Harapannya, anak-anak muda bisa melihat bahwa Ansor tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial dan ruang-ruang kepemudaan,” ujarnya.

Mas Wafi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menggali potensi pemuda di Kabupaten Probolinggo, khususnya di bidang e-sport dan kreativitas digital.

Menurutnya, kegiatan kepemudaan perlu memberikan ruang ekspresi yang positif agar energi generasi muda dapat diarahkan pada aktivitas yang produktif.

Dari rangkaian pertandingan yang berlangsung, panitia menetapkan tiga tim sebagai pemenang serta satu pemain sebagai Most Valuable Player (MVP).

Juara 1 : Tim Hidup Sehat, asal Kanigaran.

Juara 2 : Tim Hidup Sehat, asal Kanigaran.

Juara 3 : Tim ARARQIU, asal Kanigaran.

Sementara gelar MVP diraih Arya dari Tim Hidup Sehat.

Melalui Tournament Mobile Legends Season 2, Ansor Ranting Laweyan menunjukkan bahwa gerakan kepemudaan dapat dikemas melalui pendekatan yang mengikuti perkembangan teknologi.

Di tengah perubahan pola komunikasi generasi muda, ruang digital dan e-sport dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun silaturahmi, menggali potensi serta memperkenalkan nilai-nilai organisasi kepada generasi penerus.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa aktivitas kepemudaan tidak harus selalu berlangsung dalam ruang formal. Dengan mengikuti perkembangan zaman, organisasi dapat hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang mereka minati.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Ansor Laweyan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!