Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di Jawa Timur Dapat Apresiasi Lewat Capaian Program INOVASI

0
IMG-20251211-WA0003
Bagikan

Surabaya, Radarpatroli 

Upaya peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur kembali mendapat sorotan positif setelah sejumlah capaian program inovatif dipresentasikan dalam pertemuan Komite Pengarah Program INOVASI Jawa Timur di Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (9/12/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional untuk meninjau progres program yang telah memberi dampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari lima kabupaten/kota mitra Program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), terdiri dari Sekretaris Daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, serta Kemenag. Pertemuan difasilitasi oleh Setdaprov Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kebijakan pendidikan daerah.

Diskusi utama dalam pertemuan tersebut memusatkan perhatian pada empat program prioritas yang telah berjalan 6 bulan hingga 1 tahun, yaitu,

Pendidikan Perubahan Iklim (PPI), Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR), Pembelajaran Mendalam (PM) Pendidikan Inklusif

Keempat program ini dinilai memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan tenaga pendidik.

Ketua Tim Kerja Standar Tata Kelola, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen RI, Nur Berlian Venus Ali, menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah pusat dengan INOVASI menghasilkan berbagai terobosan penting. Salah satu contoh sukses adalah implementasi Pembelajaran Kelas Rangkap di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

“Pilot PKR di Sukapura menjadi solusi efektif dalam mengatasi kekurangan guru di wilayah terpencil. Program ini berkembang menjadi formula kebijakan nasional karena efektivitasnya sangat tinggi,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, turut memberikan apresiasi atas keberlanjutan program PKR di daerahnya. Dimulai dari delapan sekolah dasar di kawasan Bromo, program ini kini diperluas hingga mencakup 160 sekolah terpencil.

“Perluasan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memprioritaskan peningkatan kualitas pembelajaran bagi seluruh siswa, terutama di daerah dengan keterbatasan SDM pendidik,” jelasnya.

Dari Kabupaten Sidoarjo, Sekda Fenny Apridawati melaporkan bahwa program Pendidikan Perubahan Iklim dan pendidikan inklusif telah memberikan hasil nyata di 20 SD/MI.

Ia menegaskan bahwa pemahaman siswa terhadap isu perubahan iklim meningkat signifikan melalui berbagai kegiatan sekolah yang terstruktur, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. Perubahan perilaku siswa menjadi salah satu indikator keberhasilan yang harus terus diperkuat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Jawa Timur, Kukuh Tri Sandi, menekankan pentingnya respons proaktif pemerintah daerah terhadap program kolaboratif seperti INOVASI. Menurutnya, inisiatif ini dapat mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan.

“Saya mengharapkan kabupaten/kota dapat mendukung kerjasama yang telah dibangun. Bila ada keberhasilan, hendaknya dapat disebarluaskan ke wilayah lainnya yang belum tersentuh program,” tegasnya.

Pertemuan strategis ini juga dihadiri Konjen Australia di Surabaya, Glen Askew, sebagai bentuk dukungan internasional terhadap pengembangan pendidikan dasar di Indonesia. Kehadiran ini mempertegas pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, INOVASI, dan dukungan mitra internasional, Jawa Timur menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat mutu pendidikan. Program-program inovatif ini tidak hanya menyasar kota, tetapi juga daerah terpencil yang membutuhkan perhatian khusus. Harapannya, praktik-praktik baik yang telah terbukti berhasil dapat menjadi model bagi peningkatan pendidikan di seluruh Indonesia.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!