42 Poktan Di 15 Kecamatan Kabupaten Probolinggo Jalani Verifikasi Bantuan Sektor Pertanian

0
IMG-20260225-WA0003
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah mulai digerakkan sejak awal tahun anggaran. Pemerintah daerah memastikan setiap tahapan program berjalan selektif dan terukur agar dukungan terhadap petani benar-benar berdampak langsung pada peningkatan hasil dan kesejahteraan mereka.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan bagi kelompok tani (Poktan) sebagai penerima manfaat sektor pertanian Tahun Anggaran 2026, Selasa (24/2/2026).

Sebanyak 42 kelompok tani yang tersebar di 15 kecamatan menjalani proses verifikasi lapangan guna memastikan kelayakan sebagai penerima manfaat dari APBD Provinsi Jawa Timur. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menjamin akurasi data, kesiapan kelembagaan kelompok, serta kesesuaian kebutuhan bantuan dengan kondisi riil di lapangan.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Faiq El Himmah menegaskan bahwa verifikasi merupakan tahap krusial agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan produktivitas petani.

“Kami ingin setiap bantuan yang turun, baik berupa pupuk maupun alat mesin pertanian (alsintan), benar-benar diterima kelompok yang siap mengelolanya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan data usulan, komoditas tembakau mendominasi sebesar 78,6 persen dari total rencana bantuan. Sebanyak 33 Poktan tembakau diusulkan menerima sarana produksi seperti pupuk ZA, pupuk ZK hingga alsintan berupa cultivator, motor roda tiga dan mesin perajang tembakau. Dominasi ini mencerminkan besarnya kontribusi tembakau terhadap perekonomian petani di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo.

Selain tembakau, bantuan juga menyasar komoditas kopi untuk tiga kelompok tani dalam bentuk alat pemotong rumput dan mesin pulper guna menunjang proses pascapanen. Sektor perkebunan lainnya seperti tebu dan cengkeh turut masuk dalam skema usulan. Tiga kelompok tani tebu direncanakan mendapat program “Pendekar Tebu”, sementara satu kelompok tani cengkeh diusulkan menerima bantuan bibit untuk rehabilitasi lahan agar produktivitas kebun kembali optimal.

“Tidak hanya sarana produksi, dua kelompok tani juga disiapkan menerima pelatihan serta bahan praktik perlindungan tanaman tembakau guna meningkatkan kualitas hasil panen,” terang Faiq.

Sebaran penerima manfaat cukup luas dengan konsentrasi terbanyak di Kecamatan Paiton (8 Poktan), disusul Kuripan (6 Poktan), Kotaanyar (5 Poktan), Maron (4 Poktan), Krejengan (3 Poktan), Tegalsiwalan (3 Poktan) serta Besuk, Gading, Kraksaan, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Pajarakan, Tiris dan Wonomerto dengan total 13 Poktan.

Faiq mengingatkan agar seluruh bantuan yang nantinya diserahkan tidak dibiarkan mangkrak. Bantuan tersebut merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab oleh kelompok penerima.

“Kelompok tani harus berkomitmen menyiapkan iuran perawatan untuk keberlanjutan alat. Tujuannya meningkatkan efisiensi biaya usaha tani dan mutu hasil panen,” tambahnya.

Ia juga menginstruksikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan ketat sejak awal. Peran PPL dinilai strategis dalam mengawal penggunaan alsintan sesuai standar operasional, meningkatkan kapasitas manajemen kelompok, serta mendorong tertib administrasi.

Monitoring rutin akan terus dilakukan sebagai bahan evaluasi guna memastikan program bantuan pertanian benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2026.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!