Semangat Berkarya Di Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Kraksaan Produksi Batik Tulis Ksatria
Probolinggo, Radarpatroli
Suasana bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara positif oleh warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan dengan tetap menjalankan berbagai kegiatan pembinaan yang bermanfaat. Di tengah ibadah puasa dan aktivitas keagamaan yang meningkat, para warga binaan tetap menunjukkan semangat berkarya dengan memproduksi Batik Tulis Ksatria sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di dalam rutan, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan produksi batik tersebut berlangsung secara rutin dengan tetap menyesuaikan jadwal ibadah selama bulan Ramadhan. Para warga binaan memulai aktivitas setelah melaksanakan kewajiban ibadah, sehingga antara kegiatan pembinaan dan ibadah dapat berjalan seimbang. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa bulan Ramadhan tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif dan berkarya.
Dalam proses pembuatannya, warga binaan mengikuti berbagai tahapan pembuatan batik tulis secara teliti dan penuh kesabaran. Mulai dari membuat sketsa motif di atas kain, proses mencanting menggunakan malam, hingga tahap pewarnaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga menumbuhkan rasa disiplin, tanggung jawab serta kerja sama di antara para warga binaan.
Program pembinaan keterampilan batik tulis ini menjadi salah satu upaya Rutan Kraksaan dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Selain itu, kegiatan tersebut juga membantu warga binaan untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan produktif.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan, termasuk melalui kegiatan keterampilan seperti pembuatan batik tulis.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk tetap berkarya, termasuk di bulan Ramadhan. Produksi Batik Tulis Ksatria ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pembinaan kemandirian seperti ini sangat penting untuk membentuk mental dan pola pikir warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti. Dengan memiliki keterampilan tertentu, diharapkan mereka dapat lebih mudah beradaptasi dan memiliki peluang usaha yang positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan, M. Yasin Zaini menambahkan bahwa kegiatan produksi batik tulis juga memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik dari sisi mental maupun peningkatan keterampilan kerja.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memanfaatkan waktu dengan hal yang bermanfaat sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang kerajinan batik tulis. Selain itu, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus berkarya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil karya Batik Tulis Ksatria yang diproduksi oleh warga binaan memiliki nilai seni dan kualitas yang baik. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan produk tersebut dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat sebagai hasil karya kreatif dari dalam rutan.
Produksi Batik Tulis Ksatria selama bulan Ramadhan menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berkembang. Semangat para warga binaan dalam menghasilkan karya batik juga menjadi bukti bahwa melalui pembinaan yang tepat, mereka dapat mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
