80 Anggota PKK Ikuti Sosialisasi Digitalisasi Arsip Keluarga Di Puri Manggala Bhakti

0
WhatsApp Image 2026-04-07 at 13_34_18
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong masyarakat agar lebih sadar dalam menjaga dan mengelola dokumen penting keluarga. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Sosialisasi Digitalisasi Arsip Masyarakat bagi Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin di Puri Manggala Bhakti, Selasa (7/4) siang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong tertib administrasi masyarakat sekaligus memberikan perlindungan terhadap dokumen penting keluarga melalui sistem digital. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Pj Sekda Rey Suwigtyo, Asisten Administrasi dan Umum Agus Efendi, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aris Santoso, serta diikuti oleh sekitar 80 peserta yang merupakan anggota TP PKK dari lima kecamatan di Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis hasil alih media arsip keluarga kepada perwakilan dari lima kecamatan sebagai bentuk implementasi awal gerakan digitalisasi arsip masyarakat.

Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani menegaskan bahwa pengelolaan arsip bukan hanya menjadi urusan administratif di lingkungan perkantoran, tetapi juga merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, setiap keluarga memiliki berbagai dokumen vital yang harus dijaga dengan baik, mulai dari Kartu Keluarga, ijazah hingga sertifikat tanah. Risiko kerusakan atau kehilangan dokumen tersebut akan sangat besar jika tidak dikelola secara benar.

“Selama ini kita sering menganggap arsip hanya urusan kantor. Padahal, di dalam rumah tangga juga terdapat dokumen penting yang harus dirawat dengan baik agar tidak rusak atau hilang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo melalui program GEMAS Tertib Arsip yang dinilai mampu memberikan solusi perlindungan dokumen keluarga melalui digitalisasi.

“Dengan digitalisasi, kita memiliki cadangan dokumen yang tersimpan dengan aman. Jika sewaktu-waktu dokumen fisik rusak atau hilang, kita masih memiliki salinan yang dapat diakses dengan mudah,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Evariani menekankan peran strategis PKK sebagai organisasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat hingga tingkat keluarga. Ia berharap para peserta mampu memahami teknik pemindaian dokumen serta penyimpanan berbasis cloud sehingga dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap para peserta dapat menjadi Duta Arsip yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan dokumen keluarga secara digital. Ini merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang tertib administrasi, modern, dan tangguh,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan bahwa rumah tangga merupakan unit terkecil yang menyimpan berbagai dokumen penting yang sering kali baru disadari nilainya ketika terjadi musibah.

Ia mencontohkan berbagai peristiwa seperti banjir maupun kebakaran yang dapat mengakibatkan dokumen penting hilang atau rusak jika tidak memiliki cadangan.

“Kita sering baru menyadari pentingnya arsip ketika terjadi bencana. Padahal dokumen seperti KTP, KK, ijazah hingga sertifikat tanah memiliki nilai yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Aminuddin, program digitalisasi arsip melalui gerakan GEMAS Tertib Arsip menjadi langkah nyata dalam mitigasi risiko sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap peran aktif TP PKK dapat membantu menyukseskan gerakan digitalisasi arsip hingga ke tingkat keluarga.

“Saya berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi Duta Arsip dan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya digitalisasi dokumen. Dengan sistem digital, dokumen penting dapat tersimpan aman, rapi, dan mudah diakses kapan saja,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pemaparan materi bertajuk *Emak-Emak Melek Digital* yang disampaikan oleh Arsiparis Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo, Nur Fajari. Materi tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai teknik pemindaian serta penyimpanan arsip digital secara sederhana dan aplikatif agar dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!