Wali Kota Probolinggo Hadiri Seminar Penanganan Kegawatdaruratan Ibu Dan Bayi Di RSU Amanah

0
IMG-20260409-WA0041
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi terus diperkuat di Kota Probolinggo. Salah satunya melalui Seminar Kesehatan bertema “Tata Laksana Awal Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal” yang digelar di RSU Amanah, Kamis (9/4), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Poli Estetika lantai 2 tersebut menjadi forum peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat pada ibu dan bayi. Kehadiran wali kota yang juga menjabat sebagai penasehat RSU Amanah disambut langsung oleh Direktur RSU Amanah, Ninik Ira Wibawati.

Seminar ini diikuti oleh para bidan dari berbagai unsur, mulai dari FKPP, klinik pratama, bidan jejaring RSU Amanah hingga bidan praktik mandiri. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan awal pada kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat dan tepat.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa RSU Amanah kini telah berkembang menjadi rumah sakit umum yang melayani pasien BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta. Hal ini memberikan akses layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

“Alhamdulillah, pada tahun 2025 angka kematian ibu dan bayi berhasil ditekan menjadi 3 kasus, dari sebelumnya 8 kasus. Ini menandakan kerja kita sudah berada di jalur yang baik, namun prosesnya harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti upaya penanganan stunting di Kota Probolinggo yang saat ini tercatat sekitar 1.100 anak. Pemerintah kota terus mendorong keterlibatan berbagai pihak sebagai orang tua asuh dalam penanganan stunting sebagai bentuk komitmen bersama meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Selain itu, Pemkot Probolinggo telah menghadirkan inovasi digital melalui program Siskia Pro Cantik, yaitu dashboard pemantauan kesehatan secara “real time” yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Menurutnya, digitalisasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan risiko kesehatan sejak dini.

“Ini menjadi upaya kita dalam mendorong pencegahan dan penatalaksanaan risiko kesehatan yang harus benar-benar dipahami. Tumbuh kembang anak adalah ilmu penting untuk melihat potensi anak sejak dini,” imbuhnya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni dokter spesialis anak Amrina Rosyada yang membawakan materi tata laksana awal kegawatdaruratan neonatal serta dokter spesialis kandungan dan kebidanan Evania Nita Oetama yang menyampaikan materi terkait tata laksana awal kegawatdaruratan maternal.

Melalui kegiatan ini diharapkan para tenaga kesehatan, khususnya bidan, semakin siap dalam memberikan penanganan awal yang cepat dan tepat guna mendukung penurunan AKI, AKB serta stunting di Kota Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!