Wali Kota Probolinggo Hadiri Workshop Syariah Dan Penyaluran Santunan Disabilitas
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semangat memperkuat pemahaman syariah dan literasi keuangan masyarakat mewarnai kegiatan Workshop Ilmu Waris yang digelar di Paseban Sena, Kota Probolinggo, Minggu (10/5) pagi. Kegiatan dalam rangka milad kedua Rumah Tahfidz Al Ashr itu dibuka langsung oleh Aminuddin dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Dokter Amin itu menegaskan pentingnya pemahaman ilmu waris di tengah masyarakat. Menurutnya, edukasi terkait hukum syariah dan pengelolaan harta warisan perlu terus diperkuat agar mampu menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis dan berkeadilan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan keilmuan masyarakat, baik ilmu umum maupun ilmu agama,” ujar Aminuddin.
Dokter Amin yang hadir bersama sang istri, Dokter Evariani, juga berharap workshop serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan guna mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Probolinggo, khususnya dalam bidang keagamaan dan literasi finansial syariah.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu turut dirangkai dengan penyerahan bantuan simbolis kepada sahabat disabilitas serta santunan bagi anak yatim. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari peserta yang hadir.
Ketua Lembaga Manajemen Infak Ustadz Daud Sulaiman mengatakan, workshop tersebut digelar sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ilmu waris sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah.
“Sering kali perselisihan dalam keluarga dipicu persoalan pembagian waris. Bukan karena kurang harta, tetapi kurang pengetahuan tentang ilmu agama dan finansial,” katanya.

Menurutnya, pemahaman terhadap ilmu waris dan kecerdasan finansial akan melahirkan keluarga yang harmonis, tangguh dan bahagia dunia maupun akhirat.
Sementara itu, Founder Rumah Tahfidz Al Ashr Asri Rahajoe menyampaikan, tujuh tahun lalu dirinya bersama keluarga telah mewakafkan tanah dan bangunan yang kini digunakan sebagai rumah tahfidz. Dalam dua tahun terakhir, proses pembelajaran mulai berjalan dengan fokus mencetak generasi Qurani.
“Semua ini karena kasih sayang Allah SWT. Kami mendirikan rumah tahfidz ini dengan cita-cita mencetak generasi Qurani,” ujarnya.
Selain workshop ilmu waris, kegiatan tersebut juga menghadirkan workshop literasi keuangan syariah dengan narasumber Murniati Mukhlisin atau yang akrab disapa Madam Ani. Ia merupakan guru besar Universitas Tazkia Bogor sekaligus founder Sakinah Finance.
Dalam kesempatan tersebut, Madam Ani memperkenalkan program sejuta literasi dan ta’awun disabilitas yang saat ini mulai dikembangkan di Jawa Timur. Ia menilai tingkat literasi keuangan syariah masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Literasi keuangan syariah masih sangat rendah, sehingga perlu kolaborasi bersama berbagai lembaga untuk memperluas edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
