Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Siapkan Juara FLS3N ke Tingkat Provinsi
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semangat kreativitas dan kecintaan terhadap budaya daerah terpancar dalam gelaran Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Kabupaten Probolinggo. Ratusan pelajar jenjang SD hingga SMP tampil memukau dalam ajang yang berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo pada Selasa dan Rabu (12-13/5/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo tersebut mempertandingkan dua cabang utama, yakni menyanyi solo dan mendongeng. Suasana auditorium berlangsung meriah karena setiap peserta mampu menyuguhkan penampilan yang memukau dan penuh kreativitas.
Pada hari pertama, cabang lomba menyanyi solo diikuti sebanyak 56 peserta dari jenjang SD dan SMP. Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya telah melewati seleksi di tingkat kecamatan masing-masing.
Sementara pada hari kedua, kompetisi dilanjutkan dengan cabang mendongeng yang diikuti 52 peserta dari tingkat SD dan SMP. Para siswa membawakan berbagai cerita rakyat dan legenda daerah dengan gaya bertutur yang kreatif, ekspresif serta penuh penghayatan.

Cabang mendongeng menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian penonton. Para peserta tidak hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi suara, penguasaan panggung hingga kemampuan membangun emosi penonton selama cerita berlangsung.
Menariknya, sebagian besar peserta mengangkat kisah legenda dan cerita rakyat khas Kabupaten Probolinggo yang diambil dari buku kumpulan cerita rakyat daerah berjudul Bunga Rampai. Beberapa di antaranya membawakan kisah asal-usul Sumber Kembar, Sukomulyo, Sukokerto hingga legenda Dewi Rengganis.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati menyampaikan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mencari sekaligus mengembangkan bakat seni para pelajar.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan layanan terbaik kepada anak-anak berbakat di bidang seni. Nantinya peserta terbaik akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk mewakili Kabupaten Probolinggo pada ajang tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan cerita rakyat lokal dalam lomba mendongeng menjadi langkah penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Para peserta dinilai mampu mengeksplorasi cerita dengan sangat baik sehingga mampu menghidupkan suasana dan membuat penonton larut dalam alur kisah yang dibawakan.
Like juga mengaku bangga terhadap kualitas peserta tahun ini. Ia menilai pembinaan seni di sekolah berjalan cukup baik berkat dukungan guru pendamping serta kepala sekolah yang terus mendorong pengembangan bakat siswa.
“Selain menjadi ajang kompetisi, FLS3N diharapkan bisa menjadi media pembentukan karakter siswa. Melalui seni dan sastra, siswa belajar tentang keberanian tampil, kreativitas, disiplin hingga kemampuan berkomunikasi di depan umum,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono berharap kegiatan FLS3N dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai wadah pengembangan bakat seni pelajar di Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan ini harus terus dilaksanakan setiap tahun agar menjadi agenda rutin. Anak-anak yang memiliki bakat seni harus terus dibina dan diberikan arahan sehingga mampu menghasilkan karya-karya terbaik,” katanya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
