Wali Kota Probolinggo Panen Raya Pisang Cavendish, Urban Farming Wonoasih Jadi Ikon Baru Kota
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semangat pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo Aminuddin melakukan panen raya pisang cavendish di RT 7 RW 3 Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Rabu (13/5).

Lahan seluas 2.500 meter persegi yang ditanami sekitar 280 pohon pisang tersebut dikelola oleh LKSA Yayasan Panti Asuhan Al Umah. Menariknya, kebun pisang cavendish yang kini mulai dikenal sebagai ikon baru wilayah selatan Kota Probolinggo itu telah memasuki panen kedua karena tingkat produktivitasnya yang tinggi.
Dengan penuh antusias, wali kota yang akrab disapa Dokter Amin itu turut memanen salah satu pohon pisang yang berbuah lebat. Setelah panen, ia bersama Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, sejumlah pejabat Pemkot Probolinggo dan perwakilan LAZ Persada meninjau area kebun yang dikelola melalui sistem sewa bagi hasil dengan warga setempat.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke LKSA Al Umah 1 di Perumahan Wonoasih Permai. Keberhasilan budidaya pisang cavendish tersebut dinilai menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat dan lembaga sosial dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis masyarakat di kawasan perkotaan.
Wali Kota Dokter Amin menegaskan, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen menjadikan pisang cavendish sebagai salah satu komoditas unggulan daerah selain padi dan jagung.
“Kita akan menerapkan pisang cavendish menjadi komoditas utama di samping padi dan jagung. Kebutuhan pisang ini sangat banyak karena menjadi buah konsumsi harian,” ujarnya.
Menurutnya, produktivitas lahan pisang cavendish sangat menjanjikan. Dalam rentang satu hingga dua minggu, hasil panen mampu menghasilkan tonase cukup besar.
“Dalam satu bulan bisa mencapai sekitar 3 ton. Potensi ini sebenarnya luar biasa, hanya saja masyarakat belum banyak mengetahui dan belum sadar terhadap peluang besarnya. Yang penting perawatannya tepat dan tidak terkena genangan air,” tambahnya.
Dokter Amin juga menegaskan bahwa kerja sama dengan LKSA Al Umah melalui program ketahanan pangan menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor urban farming di Kota Probolinggo.
“Kerja sama dengan Al-Umah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk pengembangan cavendish di Kota Probolinggo. Ke depan kami juga akan membagikan bibit kepada masyarakat. Nantinya ada pembinaan dari Al-Umah bersama DKPPP, termasuk pemanfaatan dari pohon pisang yang sudah dipotong agar tidak terbuang sia-sia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Umah, Ustaz Sanip menyampaikan bahwa saat ini yayasan memiliki sekitar 4 hektar lahan budidaya pisang cavendish dengan masa panen hampir setiap dua minggu sekali.
“Alhamdulillah saat ini kami memiliki sekitar 4 hektar lahan dan hampir setiap dua minggu sekali bisa panen pisang cavendish. Kami siap menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk membudidayakan cavendish dan menjadikannya ikon Kota Probolinggo,” katanya.
Ia mengungkapkan, tantangan yang masih dihadapi saat ini terletak pada proses pengemasan dan distribusi hasil panen. Pasalnya, pengemasan masih dilakukan di luar kota, sementara distribusi produk sebagian besar dipasarkan ke Surabaya.
Melalui kegiatan panen raya ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap pengembangan urban farming terus diperluas guna memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
