Forkopimda dan Pemkot Probolinggo Pantau Stabilitas Pangan Menjelang Iduladha

0
IMG-20260518-WA0090
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Kota Probolinggo bergerak cepat menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi bahan pokok dan barang penting (bapokting), Senin (18/5/2026), guna memastikan stok pangan aman dan harga tetap terkendali.

Monitoring dan evaluasi (monev) tersebut melibatkan unsur Forkopimda serta sejumlah perangkat daerah terkait. Tim dibagi menjadi dua kelompok dengan sasaran lokasi berbeda untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal di sejumlah titik distribusi pangan strategis di Kota Probolinggo.

Tim pertama yang dipimpin Wali Kota Aminuddin melakukan pemantauan di Toserba Graha Mulia Jalan Dr. Soetomo serta Gudang Bulog di Jalan Lumajang. Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Joko Santoso dan Kepala DKUP Slamet Swantoro.

Monev dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga menjelang Iduladha yang tahun ini jatuh pada 27 Mei 2026. Pemerintah daerah ingin memastikan meningkatnya kebutuhan masyarakat tidak memicu gejolak harga maupun kelangkaan bahan pokok.

“Berdasarkan siklus tahunan, salah satu yang mempengaruhi kenaikan harga tentu momen Iduladha. Maka hari ini bersama Forkopimda dan BPS, kami turun langsung untuk memastikan jangan sampai saat kebutuhan masyarakat memuncak terjadi keadaan yang tidak terkontrol, terutama terkait harga bahan makanan pokok,” ujar Aminuddin.

Dari hasil pemantauan di Graha Mulia maupun Gudang Bulog, Aminuddin memastikan kondisi stok pangan di Kota Probolinggo dalam keadaan sangat aman. Bahkan menurutnya, cadangan pangan yang tersedia saat ini cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

“Insyaallah ini bukan hanya aman, tetapi sangat aman. Baik untuk beras bantuan pangan, minyak goreng, maupun stok umum untuk kebutuhan Probolinggo Raya,” katanya.

Ia mengungkapkan, stok beras di Gudang Bulog mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya hanya berkisar 6 ribu ton, kini meningkat menjadi sekitar 19 ribu ton.

“Jadi sangat aman, bahkan bisa sampai hampir dua tahun ke depan,” ungkapnya.

Menurut Aminuddin, keberhasilan menjaga ketahanan pangan daerah tidak lepas dari penguatan program swasembada pangan yang terus dilakukan pemerintah sejak akhir tahun lalu.

Selain memastikan stok pangan tersedia, Pemkot Probolinggo juga melakukan pemantauan langsung terhadap harga bahan pokok di lapangan. Dari hasil sidak, harga beras maupun kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil dan masih berada dalam batas ketentuan harga tertinggi.

“Kalau harga di lapangan tadi stabil, baik beras standar maupun premium. Variasinya juga tidak terlalu banyak. Bahkan dalam rapat inflasi, posisi beras sudah di bawah lima besar komoditas yang mempengaruhi inflasi,” terangnya.

Untuk komoditas minyak goreng, Aminuddin memastikan stok bantuan pangan masih tersedia dalam jumlah besar dan siap disalurkan sewaktu-waktu apabila diperlukan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi Kota Probolinggo menunjukkan tren positif. Tingkat inflasi yang sebelumnya berada di angka 4,1 persen pada Desember lalu kini berhasil ditekan menjadi 2,7 persen.

“Inflasi kita sangat baik. Dari 4,1 persen pada Desember lalu, sekarang sudah turun menjadi 2,7 persen. Ini hasil operasi pasar bersama Bulog dan BPS yang terus kita genjot hampir tiga minggu terakhir,” pungkasnya.

Sementara itu, tim kedua yang dipimpin Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari melakukan monev di distributor Minyakita di Jalan Brantas dan Superindo Suhat Probolinggo. Dalam kegiatan tersebut, Ina didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Plt Kepala Diskominfo Lucya Aries, Plh Kepala DKPPP, perwakilan DKUP serta Kepala Bagian Prokopim.

Hasil pemantauan di dua lokasi tersebut menunjukkan kondisi stok bahan pokok relatif aman. Persediaan minyak subsidi maupun minyak premium di gudang Jalan Brantas disebut mencukupi hingga akhir Mei 2026.

Kepala Finance Distributor, Arief, menjelaskan stok Minyakita yang tersedia saat ini mencapai sekitar 3.000 karton dengan harga jual tetap mengikuti ketentuan subsidi pemerintah.

“Stok Minyakita saat ini sekitar 3.000 karton dan harga jual tetap mengikuti ketentuan subsidi dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara di Superindo, ketersediaan bahan pokok seperti beras dipastikan masih sangat mencukupi bahkan diperkirakan aman hingga tiga bulan ke depan.

Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari menegaskan hasil monitoring menunjukkan kondisi persediaan bahan pokok di Kota Probolinggo masih aman dan stabil menjelang Hari Raya Iduladha. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun penimbunan bahan pokok.

“Bahan pokok cukup aman. Jadi masyarakat tidak perlu resah karena harga juga masih stabil dan tidak ada kenaikan. Tidak perlu membeli secara berlebihan apalagi sampai melakukan penimbunan ya,” ujarnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!