IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Gelar Workshop Art and Craft, Tingkatkan Kreativitas Guru TK Di Era Digital

0
IMG-20260519-WA0004
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Semangat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus digaungkan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Probolinggo. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76, organisasi para guru TK tersebut menggelar workshop art and craft pengembangan fisik motorik anak usia dini di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (18/5/2026).

Kegiatan workshop dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Amik Mutammimah, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari serta Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn.

Sebanyak 998 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah TK negeri maupun swasta se-Kabupaten Probolinggo mengikuti workshop tersebut dengan penuh antusias. Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan menghadirkan narasumber Sora dari Bandung.

Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi keterampilan kreatif mulai dari kerajinan kertas lipat, clay hingga teknik menggambar menggunakan buku gambar ajaib. Materi yang diberikan dirancang untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang menarik sekaligus mampu mengembangkan motorik halus anak usia dini.

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn mengatakan workshop tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru TK agar lebih kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar.

“Workshop ini dalam rangka HUT IGTK-PGRI ke-76 untuk peningkatan kompetensi guru. Harapannya ilmu yang diterima hari ini nantinya bisa bermanfaat untuk siswa-siswa di sekolah,” ungkapnya.

Menurut Vivien, pembelajaran fisik motorik halus melalui kegiatan art and craft menjadi salah satu metode efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu mengikuti perkembangan pendidikan di era digital tanpa meninggalkan metode belajar yang menyenangkan dan interaktif.

“Harapannya guru ke depan lebih hebat lagi untuk menyongsong era digital 5.0. Kegiatan fisik motorik halus ini juga bisa membantu teman-teman guru dalam pembelajaran,” jelasnya.

Vivien berharap kegiatan tersebut dapat menambah semangat para guru TK dalam mendidik generasi penerus bangsa di tengah tantangan pendidikan yang semakin berkembang.

“Kami ingin guru-guru tetap semangat dalam mengajar dan membangun generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kreativitas serta kemampuan dasar anak.

Menurutnya, kegiatan seni dan kerajinan atau art and craft menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena mampu mengembangkan motorik halus, imajinasi dan daya cipta anak sejak dini.

“Melalui workshop ini saya berharap Bapak/Ibu dapat meningkatkan kompetensi dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang efektif, inovatif dan berpusat pada anak,” katanya.

Hary juga mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik sekaligus memperkaya ide pembelajaran yang kontekstual dan sesuai perkembangan zaman,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Hary berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh dan menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing demi menciptakan generasi emas Indonesia yang kreatif, cerdas dan berkarakter.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat luas dan menjadi langkah besar dalam mencetak generasi emas Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!