Pemkab Probolinggo Perkuat Sinergi Pengembangan Mangrove Lewat Program Relawan Bakti BUMN

0
IMG-20260522-WA0048
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya pelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Probolinggo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama sejumlah pihak menggelar rapat koordinasi (rakor) rencana Program Relawan Bakti BUMN Batch IX dalam rangka pengembangan ekosistem mangrove melalui East Java Mangrove University (EJMU) di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (21/5/2026).

Rakor tersebut diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, Koordinator Direktorat TJSL BP BUMN, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, General Manager CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk serta Senior Officer CSR Program BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, rakor juga diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo, Camat Tongas Rochmad Widiarto, Kepala Desa Dungun dan Kepala Desa Curahdringu.

Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan rakor ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan visi seluruh pihak guna mendukung pengembangan kawasan mangrove yang tidak hanya fokus pada aspek konservasi lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor pariwisata berkelanjutan.

“Program Relawan Bakti BUMN Batch IX ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, komunitas lingkungan dan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem mangrove di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Heri, konsep East Java Mangrove University (EJMU) memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi lingkungan berbasis masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata edukasi mangrove.

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi wisata berbasis konservasi,” harapnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Probolinggo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dengan memilih Kabupaten Probolinggo sebagai lokasi pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Menurut Anang, program tersebut menjadi kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kabupaten Probolinggo dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyambut baik program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.

Anang menambahkan konsep East Java Mangrove University memiliki potensi besar dalam menghadirkan manfaat ekologis, pendidikan, sosial hingga ekonomi secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan serupa diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi dan inovasi yang lebih luas di Kabupaten Probolinggo.

“Pengembangan program ke depan agar tidak hanya berfokus pada kawasan pesisir dan mangrove, tetapi juga dapat menjangkau potensi daerah lainnya seperti kawasan pegunungan, pertanian, budaya lokal hingga destinasi unggulan yang dimiliki Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menegaskan Kabupaten Probolinggo memiliki karakter wilayah yang sangat beragam mulai dari kawasan pesisir, dataran rendah hingga pegunungan sehingga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai program kolaboratif.

“Kami juga berharap Program Relawan Bakti BUMN ini dapat memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya melalui penguatan ekonomi lokal, pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan masyarakat hingga terbukanya peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tegasnya.

Menurut Anang, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi dan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pihak swasta, dunia usaha, komunitas serta masyarakat setempat agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat luas.

“Semoga rapat koordinasi ini menghasilkan sinergi yang kuat, rencana aksi yang jelas serta kolaborasi berkelanjutan sehingga pelaksanaan Program Relawan Bakti BUMN Batch IX di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!