Bupati Probolinggo Gus dr Mohammad Haris Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu Di Dringu

0
23057534-4464-47b3-93b2-d93a64a3bc27
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional kembali ditegaskan melalui tanam perdana program bongkar ratoon tebu dan perluasan areal tebu tahun 2026 di Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama jajaran pemerintah dan petani tebu setempat.

Kegiatan yang digelar secara virtual tersebut menjadi bagian dari gerakan serentak penanaman tebu di 10 kabupaten se-Jawa Timur yang dipimpin Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kegiatan itu, Bupati Haris didampingi perwakilan Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi, Tenaga Ahli Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Baginda Siagian serta Camat Dringu Indah Rohani. Hadir pula perwakilan pabrik gula dan kelompok tani setempat.

Lokasi tanam perdana berada di lahan milik Senadi, anggota Kelompok Tani Sekar Tani Desa Sekarkare Kecamatan Dringu yang menjadi salah satu penerima program bongkar ratoon tebu tahun 2026.

Program tanam perdana bongkar ratoon tebu dan perluasan areal tebu tahun 2026 dilaksanakan serentak di 15 titik lokasi pada 10 kabupaten di Jawa Timur. Kabupaten Kediri menjadi lokasi utama pelaksanaan secara langsung tepatnya berada di titik lahan tanam kebun Ngletih Desa Ngletih Kecamatan Kandat yang masuk pada wilayah kerja PG Ngadirejo.

Sementara sembilan daerah lain mengikuti secara virtual, diantaranya Kabupaten Magetan, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Situbondo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris menegaskan Kabupaten Probolinggo siap mendukung program strategis nasional sektor perkebunan, khususnya pengembangan komoditas tebu. Program bongkar ratoon menjadi solusi penting untuk meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun sehingga hasil panen dapat meningkat secara optimal.

“Program bongkar ratoon ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu. Ini juga bagian dari upaya mendukung produksi gula nasional dan kesejahteraan petani,” katanya.

Bupati Haris menjelaskan pada tahun 2026 Kabupaten Probolinggo memperoleh alokasi pengembangan kawasan tebu seluas 1.200 hektar. Dari jumlah tersebut, seluas 1.000 hektar diperuntukkan bagi program bongkar ratoon dan 200 hektar untuk perluasan areal tanam tebu. Sementara berdasarkan data tahun 2025, luas panen tebu di Kabupaten Probolinggo mencapai 2.459 hektar dengan produksi sebesar 18.110.246 hablur.

“Potensi tebu di Kabupaten Probolinggo sangat besar. Karena itu kami terus mendukung pengembangan sektor perkebunan agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Hingga 22 Mei 2026, progres usulan kegiatan tebu di Kabupaten Probolinggo yang telah mendapatkan SK definitif mencapai 617,81 hektar untuk bongkar ratoon dan 166,15 hektar perluasan areal tanam. Program tersebut tersebar di sejumlah kecamatan meliputi Dringu, Tegalsiwalan, Maron, Banyuanyar, Gending, Leces, Pajarakan, Bantaran, Tongas dan Sumberasih.

“Harapannya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani dan industri gula dapat mempercepat peningkatan produktivitas tebu di Kabupaten Probolinggo sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi gula nasional,” harapnya.

Sementara Tenaga Ahli Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Baginda Siagian menjelaskan program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu merupakan salah satu program prioritas Presiden RI di sektor perkebunan.

“Jawa Timur menjadi salah satu sentra utama produksi gula nasional sehingga peningkatan produktivitas tebu menjadi fokus pemerintah pusat,” ungkapnya.

Menurutnya, butuh dukungan semua pihak yang terkait demi mensukseskan kegiatan dalam hal bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu.

“Kami akan berkolaborasi dan melakukan sekuat tenaga untuk mensosialisasikan program ini dan secara nasional target 90% itu ada di Jawa Timur. Kami berharap potensi perluasan areal tebu di Kabupaten Probolinggo bisa terus berkembang. Karena itu dibutuhkan dukungan semua pihak agar program ini berjalan maksimal,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!