Kadisah Krejengan Semakin Istimewa, Bupati Probolinggo Haris Turun Langsung Bersama Warga

0
b25fae93-722c-4d5f-b761-062768bb2644
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Nuansa sakral berpadu dengan semangat kebersamaan mewarnai puncak tradisi Kadisah atau Selamatan Desa Krejengan yang digelar pada Selasa (16/6/2026), bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, untuk menyaksikan kirab jodang dan gunungan sebagai simbol rasa syukur sekaligus penghormatan kepada warisan budaya leluhur yang terus hidup hingga kini.

Puluhan gunungan berisi hasil pertanian, hasil perkebunan hingga aneka produk usaha masyarakat diarak bersama jodang yang membawa pusaka dan sesaji desa menuju pendopo. Iringan tabuhan ronjengan menghadirkan suasana khas budaya Jawa yang sarat makna serta menghidupkan kembali nuansa kehidupan masyarakat tempo dulu.

Kirab tersebut menjadi bagian paling ikonik dalam rangkaian Selamatan Desa Krejengan yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan masyarakat. Setibanya di pendopo desa, seluruh gunungan dan jodang dikumpulkan di balai desa untuk dilanjutkan dengan doa bersama.

Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, persaudaraan serta keberkahan yang selama ini dirasakan masyarakat Desa Krejengan. Tradisi ini menjadi simbol kuat bahwa kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari nilai gotong royong, rasa syukur dan penghormatan kepada para pendahulu.

Usai doa bersama, suasana berubah menjadi penuh antusias saat prosesi grebek gunungan dimulai. Dalam hitungan detik, warga berbondong-bondong memperebutkan isi gunungan yang diyakini membawa keberkahan bagi kehidupan mereka.

Puncak Kadisah tahun ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Habib Mahdi.

Berbeda dari tamu kehormatan pada umumnya, keduanya tidak hanya mengikuti kirab dari atas kereta bendi. Di beberapa titik perjalanan, Bupati Haris dan Habib Mahdi turun menyapa masyarakat yang memadati jalur kirab serta ikut memikul jodang bersama para pemuda desa sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa Kadisah bukan sekadar tontonan budaya ataupun hiburan masyarakat.

“Ini tidak hanya sekadar sebuah tradisi selamatan desa, tetapi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki, penghidupan, persaudaraan yang selama ini sudah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita semua. Jadi bukan hal yang perlu disalahartikan, karena dalam rangkaian ini juga ada haul, sholawat Nabi dan doa bersama,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Desa Krejengan patut berbangga karena masih mampu menjaga sejarah dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan desa yang kuat adalah desa yang tidak melupakan jasa para leluhur.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Habib Mahdi mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga tradisi Kadisah agar tetap hidup dan berkembang di era modern.

“Kearifan lokal ini menjadi pengingat bahwa rasa syukur dan penghormatan kepada para pendahulu merupakan pondasi yang menguatkan kehidupan masyarakat hingga hari ini. Terima kasih karena tetap menjaga tradisi ini tetap lestari dan eksis sampai detik ini,” ungkapnya.

Melalui Kadisah 2026, Desa Krejengan kembali membuktikan bahwa tradisi dan kemajuan dapat berjalan berdampingan serta menjadi kekuatan sosial yang terus mengikat persaudaraan masyarakat.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!