Wali Kota Probolinggo Terima Tim Penilai PPA Award Jatim 2026, Tunjukkan Komitmen Cegah Perkawinan Anak

0
IMG-20260620-WA0022
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Pemerintah Kota Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan saat Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin menerima kunjungan Tim Penilai Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, Jumat (19/6).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penilaian tahap III yang dilakukan secara langsung untuk mencocokkan hasil presentasi capaian kinerja dengan implementasi program di lapangan. Sebelumnya, Kota Probolinggo telah mengikuti presentasi secara daring pada 8 Juni 2026 dan berhasil masuk sebagai salah satu dari enam kabupaten/kota nominator terbaik di Jawa Timur dalam kategori PPA Award.

Tim penilai terdiri dari unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, UNICEF, Universitas Airlangga, serta Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur.

Penerimaan tim penilai berlangsung di Ruang Transit dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Ketua TP PKK Dokter Evariani Aminuddin, Ketua Pengadilan Agama Probolinggo Achmad Fausi, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak menjadi salah satu fokus utama pembangunan sumber daya manusia di Kota Probolinggo. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sektor, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Upaya pencegahan perkawinan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu kami membangun ekosistem perlindungan anak yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, hingga perangkat daerah. Semua bergerak bersama untuk memastikan anak-anak memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian tim penilai adalah inovasi Amin Sigap, layanan satu pintu hasil kolaborasi dengan Pengadilan Agama yang berfokus pada pendampingan dan upaya preventif terhadap pengajuan dispensasi perkawinan anak.

Selain itu, Pemerintah Kota Probolinggo juga memperkuat peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai ruang konsultasi keluarga dan perlindungan anak yang kini semakin mudah diakses masyarakat. Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari pendekatan preventif untuk membangun keluarga yang lebih tangguh.

Berbagai program pendukung turut dijalankan, mulai dari digitalisasi layanan posyandu, pembentukan Remaja Amanah, penguatan peran TP PKK hingga tingkat kelurahan, hingga pemberian beasiswa dan fasilitasi pendidikan bagi anak-anak yang berisiko putus sekolah. Strategi ini diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus menekan potensi terjadinya perkawinan usia dini.

Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Sufi Agustini, memberikan apresiasi terhadap pola kolaborasi yang dibangun Pemerintah Kota Probolinggo.

“Penanganan perkawinan anak harus melibatkan semua unsur. Kami melihat Kota Probolinggo memiliki berbagai inovasi dan kolaborasi yang kuat sehingga berpotensi menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh daerah lain,” katanya.

Sementara itu, perwakilan UNICEF, Tubagus Arie Rukmantara, menilai pencegahan perkawinan anak merupakan investasi sosial jangka panjang yang akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyoroti pendekatan Kota Probolinggo yang dinilai tidak berhenti pada upaya membatalkan perkawinan anak atau mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan masa depan anak melalui akses pendidikan, keterampilan, dan kesempatan berkembang.

Usai sesi verifikasi dan pendalaman materi, tim penilai melanjutkan kunjungan lapangan ke PUSPAGA untuk melihat secara langsung pelaksanaan layanan konsultasi keluarga, pendampingan psikologis, serta berbagai program edukasi yang menjadi bagian dari strategi pencegahan perkawinan anak di Kota Probolinggo.

Melalui proses penilaian ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap berbagai inovasi yang telah dijalankan dapat terus berkembang dan menjadi contoh praktik baik dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi setiap anak.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!