Wujud Kepedulian Sosial, Baznas Probolinggo Salurkan Santunan untuk 1.215 Anak Yatim

0
IMG-20260625-WA0058
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali menguat di bulan Muharram. Melalui program Gebyar 10 Muharram 1448 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyalurkan santunan kepada 1.215 anak yatim dan piatu yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Penyaluran santunan secara simbolis dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kraksaan pada Kamis (25/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 115 anak yatim dari wilayah Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Kraksaan dan Krejengan menerima bantuan secara langsung. Sementara itu, santunan bagi penerima lainnya akan disalurkan secara bertahap melalui 22 Korwil Bidang Dikdaya di masing-masing kecamatan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda yang mewakili Bupati Probolinggo, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil beserta jajaran komisioner Baznas.

Turut hadir Sekretaris Kecamatan Kraksaan Budi Setyo Utomo, Ketua TP PKK Kecamatan Kraksaan Wiwin Puja Kurniawan, Sekretaris Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Galuh Hudan Syarifuddin serta para pendamping anak yatim dari Kecamatan Kraksaan dan Krejengan.

Dalam program tersebut, anak-anak yatim piatu menerima santunan berupa uang saku dan konsumsi. Untuk jenjang TK dan SD, masing-masing anak memperoleh bantuan senilai Rp200 ribu yang terdiri dari uang saku Rp175 ribu dan konsumsi Rp25 ribu. Sedangkan untuk jenjang SMP menerima bantuan senilai Rp300 ribu yang terdiri dari uang saku Rp275 ribu dan konsumsi Rp25 ribu.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan bahwa santunan anak yatim pada bulan Muharram merupakan program rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, Muharram memiliki makna istimewa dalam ajaran Islam sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyantuni anak yatim sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW.

“Setiap tanggal 10 Muharram kami berupaya istiqamah melaksanakan Gebyar Muharram. Ini menjadi momentum penting untuk menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW agar umat Islam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim,” katanya.

Muzammil menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan materi, tetapi juga bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang kehilangan figur ayah maupun ibu dalam kehidupannya. Melalui santunan yang diberikan, Baznas ingin memastikan bahwa anak-anak yatim tetap merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka. Anak-anak yatim harus tetap merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli dan siap mendampingi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Menurut Muzammil, pada tahun 2026 Baznas memilih menyalurkan santunan dalam bentuk uang tunai agar lebih fleksibel dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing penerima. Penyaluran bantuan juga dilakukan secara bertahap agar seluruh anak yatim yang telah terdata dapat menerima manfaat program tersebut.

“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan agar seluruh anak yatim yang telah terdata dapat menerima manfaat program tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muzammil berharap penghimpunan zakat, infak dan sedekah dari masyarakat Kabupaten Probolinggo terus meningkat sehingga nilai bantuan yang diberikan kepada anak yatim dapat bertambah pada masa mendatang.

“Kami berharap ke depan penghimpunan zakat semakin meningkat sehingga nilai santunan juga bisa lebih besar. Semoga suatu saat bantuan yang diberikan dapat mencapai Rp500 ribu per anak sesuai kemampuan penghimpunan dana yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ memberikan apresiasi atas konsistensi Baznas Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan berbagai program sosial. Menurutnya, keberhasilan Baznas menyalurkan santunan kepada sekitar 1.215 anak yatim menjadi bukti bahwa dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun telah dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ning Hani juga memberikan motivasi kepada para penerima bantuan agar tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita meskipun harus menghadapi kehilangan orang tua.

“Dana zakat, infak dan sedekah yang diberikan hari ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat. Adik-adik mungkin kehilangan salah satu atau kedua orang tua, tetapi tidak kehilangan kasih sayang. Banyak orang yang siap mendampingi dan membantu kalian,” terangnya.

Ia mengajak anak-anak yatim untuk terus rajin belajar, memperkuat pendidikan agama serta tidak menyerah dalam mengejar impian.

“Rajin belajar, rajin mengaji dan terus semangat mengejar cita-cita. Insya Allah suatu saat nanti kalian bisa menjadi orang sukses dan membantu anak-anak lain yang membutuhkan,” pesannya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda menyampaikan apresiasi atas komitmen Baznas yang secara konsisten melaksanakan program santunan anak yatim setiap tahun. Menurutnya, Gebyar Muharram tahun ini menjadi awal dari penyaluran bantuan yang akan dilakukan di enam titik kecamatan dengan total penerima manfaat mencapai 1.215 anak yatim dari keluarga kurang mampu.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap di beberapa kecamatan hingga seluruh penerima manfaat mendapatkan santunan. Mudah-mudahan bantuan ini membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi semua,” ungkapnya.

Syamsul menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yatim tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga implementasi nilai-nilai agama yang mengajarkan pentingnya menyayangi mereka yang membutuhkan perlindungan.

“Anak yatim adalah amanah bagi kita semua. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, perhatian dan kebahagiaan. Karena itu kehadiran kami bersama Baznas hari ini adalah untuk berbagi kebahagiaan kepada mereka,” tegasnya.

Ia pun mengajak para muzaki, donatur dan masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk terus mendukung program-program Baznas melalui zakat, infak dan sedekah. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

“Kami berharap momentum Muharram menjadi pengingat pentingnya berbagi kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!