Kolaborasi SLB Negeri Kraksaan dan PT POMI Hadirkan Pelatihan Menjahit bagi Penyandang Disabilitas

0
IMG-20260701-WA0007
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Harapan agar penyandang disabilitas mampu hidup mandiri terus diwujudkan SLB Negeri Kraksaan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan mengembangkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Jari Jelita, sebuah wadah pelatihan menjahit yang membekali siswa dan alumni dengan keterampilan produktif sekaligus membuka peluang berwirausaha melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT POMI-Paiton Energy.

Program pelatihan menjahit tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SLB Negeri Kraksaan dengan PT POMI-Paiton Energy melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan yang telah berlangsung sejak awal Januari 2026 ini diikuti oleh siswa dan alumni penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu, dengan menghadirkan narasumber profesional dari Surabaya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi secara bertahap, mulai dari teknik dasar menjahit, membuat pola pada kain, mengukur pola secara presisi hingga menyusun desain produk yang siap dipasarkan. Salah satu produk unggulan yang berhasil dikembangkan adalah totebag ramah lingkungan dengan desain gambar hasil karya lukisan siswa berkebutuhan khusus SLB Negeri Kraksaan. Desain tersebut dicetak menggunakan teknik printing khusus sebelum dipasang pada totebag yang telah dijahit sehingga menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai jual.

Tidak hanya totebag, peserta juga dibekali kemampuan membuat berbagai produk lain seperti tas belanja lipat, tas yang dapat dilipat menjadi dompet, tas laptop hingga aneka suvenir yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Kepala SLB Negeri Kraksaan, Wulandoko mengatakan pembentukan KUBE Jari Jelita merupakan langkah nyata untuk memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas dalam mengembangkan keterampilan sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Program KUBE Jari Jelita ini kami laksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi menjahit bagi anak-anak disabilitas, khususnya tuna rungu. Kami bekerja sama dengan CSR PT POMI-Paiton Energy dengan menghadirkan narasumber dari Surabaya agar peserta mendapatkan pelatihan secara profesional. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan anak-anak sangat antusias mengikuti setiap proses pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Wulandoko, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik menjahit, tetapi juga menanamkan semangat kewirausahaan kepada seluruh peserta agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga siap menerima berbagai pesanan dan bekerja sama dalam pemasaran. Dengan demikian, keterampilan yang mereka miliki benar-benar dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan dan hidup lebih mandiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, KUBE Jari Jelita juga menjadi wadah bagi siswa aktif maupun alumni SLB Negeri Kraksaan serta alumni SLB lainnya yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang menjahit dan kewirausahaan.

“Harapan kami, anak-anak yang masih sekolah maupun yang sudah lulus dapat bergabung dalam KUBE Jari Jelita sehingga mereka memiliki daya kompetisi, jiwa usaha serta keterampilan yang terus berkembang. Melalui keterampilan tangan yang mereka miliki, mereka mampu menghasilkan produk yang bernilai jual dan bermanfaat bagi kehidupan mereka,” terangnya.

Wulandoko menegaskan bahwa pendidikan bagi penyandang disabilitas tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skill) yang dapat dimanfaatkan saat terjun ke tengah masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah memberikan bekal keterampilan hidup kepada anak-anak disabilitas. Setelah lulus nanti mereka diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja, berwirausaha dan hidup mandiri di tengah masyarakat. Inilah yang menjadi komitmen kami dalam menciptakan lulusan yang produktif, kreatif dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!