Sinkronisasi Data Berjalan Optimal, KPU Kota Probolinggo Perbarui Daftar Pemilih 2026

0
c637c0af-1e25-44ea-8da7-ba1dde46682d
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Menjaga akurasi daftar pemilih menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo kembali melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 dan menetapkan jumlah pemilih terbaru sebanyak 181.156 orang dalam Rapat Pleno Terbuka yang digelar pada Kamis (2/7/2026).

Jumlah pemilih tersebut terdiri dari 88.750 pemilih laki-laki dan 92.406 pemilih perempuan yang tersebar di lima kecamatan dan 29 kelurahan di Kota Probolinggo. Hasil pemutakhiran itu disampaikan Komisioner KPU Kota Probolinggo Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), Viki Hamzah, di hadapan para peserta rapat pleno.

“Jumlah pemilih tersebut merupakan hasil rekapitulasi di lima kecamatan dengan 29 kelurahan di Kota Probolinggo,” ujar Viki.

Viki menjelaskan, dari lima kecamatan yang ada, Kecamatan Mayangan menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 46.832 pemilih, terdiri atas 23.133 pemilih laki-laki dan 23.699 pemilih perempuan. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi meskipun Kecamatan Mayangan memiliki satu kelurahan lebih sedikit dibandingkan empat kecamatan lainnya.

Dalam rapat pleno itu juga dipaparkan perkembangan data pemilih selama Triwulan II Tahun 2026. Tercatat terdapat 78 pemilih baru, 1.674 pemilih yang masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS), serta 140 data pemilih yang mengalami perbaikan.

Jika dibandingkan dengan hasil rekapitulasi pada Triwulan I, jumlah pemilih mengalami penurunan sebanyak 1.596 orang.

Menurut Viki, penurunan tersebut dipengaruhi oleh banyaknya data penduduk nonaktif yang berasal dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) yang diterima KPU dari Kementerian Dalam Negeri melalui KPU RI.

“Penurunan jumlah pemilih dari triwulan pertama ke triwulan kedua disebabkan banyaknya data penduduk nonaktif. Kami menerima ribuan data tersebut dari DP4, kemudian melakukan pencermatan dan memastikan seluruh data tersebut memang sudah tidak aktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, data penduduk nonaktif tersebut meliputi warga yang telah pindah domisili, meninggal dunia, maupun berubah status menjadi anggota TNI atau Polri. Seluruh data tersebut kemudian dicoret dari daftar pemilih guna memastikan daftar pemilih semakin akurat dan meminimalkan potensi data ganda.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal, menegaskan bahwa proses pemutakhiran dilakukan melalui sinkronisasi bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk pencocokan dan penelitian terbatas (coktas).

“Kami memiliki tanggung jawab besar menjaga validitas data pemilih. Kami juga berharap seluruh masyarakat turut berpartisipasi aktif sebagai manifestasi semangat “meaningful participation” dalam setiap proses pemutakhiran data pemilih,” kata Radfan.

Rapat pleno terbuka tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Bawaslu Kota Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Probolinggo, Dinas Sosial Kota Probolinggo, Bakesbangpol Kota Probolinggo, Lapas Kelas IIB Probolinggo, serta UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Melalui pemutakhiran data pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan, KPU Kota Probolinggo berkomitmen menghadirkan daftar pemilih yang semakin valid, akurat, dan mutakhir sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas.

Reporter : Sayful

     Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!