Wali Kota Probolinggo Terima Kunjungan Bakorwil V Jember, Perkuat Sinergi Pembangunan Kawasan dan Konektivitas Wilayah
Probolinggo, Radarpatroli.com
Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat kolaborasi lintas pemerintahan dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dengan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember, Budi Raharjo, di Ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (3/8/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam agenda silaturahmi sekaligus koordinasi itu membahas berbagai peluang kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Probolinggo, terutama dalam penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan kawasan strategis, hingga optimalisasi potensi ekonomi dan pariwisata.
Dalam kunjungannya, Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo didampingi empat orang jajaran Bakorwil. Sementara Wali Kota Probolinggo didampingi Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo Retno Fadjar Winarti, serta Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Rey Suwigtyo.
Pada kesempatan tersebut, Budi Raharjo menjelaskan bahwa Bakorwil mengemban mandat dari Gubernur Jawa Timur untuk memperkuat sinergi pembangunan antardaerah melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.
“Kami membawa pesan Ibu Gubernur agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada wilayah masing-masing, tetapi mampu merekatkan antardaerah. Banyak isu yang harus dibangun bersama, mulai dari konektivitas wilayah, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan produktivitas ekonomi. Bakorwil memang tidak memiliki kewenangan langsung, tetapi bertugas menghubungkan dan mengoordinasikan berbagai pihak agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” ujar Budi.
Ia juga mengapresiasi capaian Kota Probolinggo yang dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baik. Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah, khususnya dalam mengembangkan kawasan Bromo sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Bromo merupakan destinasi wisata kelas dunia. Karena itu perlu dibangun konektivitas dengan daerah-daerah sekitar, termasuk Kabupaten Probolinggo, Pasuruan hingga wilayah timur Jawa lainnya. Bagaimana wisatawan tidak hanya datang ke Bromo, tetapi juga menikmati destinasi lain, menggunakan transportasi publik yang terintegrasi, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata, Budi turut menyoroti pentingnya optimalisasi Pelabuhan Probolinggo, penguatan konektivitas transportasi kereta api, peningkatan kualitas fasilitas publik, hingga peluang pengembangan layanan kesehatan rujukan guna meningkatkan daya saing kawasan timur Jawa.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Probolinggo saat ini difokuskan pada tiga potensi utama, yakni sebagai kota pelabuhan, kota transit, dan penyangga utama pariwisata Bromo. Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi berbagai program strategis tersebut.
“Kami ingin Kota Probolinggo menjadi gerbang transit wisata dunia menuju Bromo melalui penguatan konektivitas kereta api, pelabuhan, terminal, hingga fasilitas publik yang terintegrasi. Di sisi lain, pengembangan pelabuhan, distribusi logistik, pemberdayaan UMKM dan digitalisasi pemerintahan terus kami dorong agar mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” ungkap dr. Aminuddin.
Wali Kota Aminuddin menambahkan, sejumlah langkah konkret telah dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung visi tersebut. Mulai dari menghadirkan layanan kereta komuter menuju Probolinggo, pengembangan kawasan pelabuhan, peningkatan kalender event daerah, pembangunan destinasi wisata baru, hingga penguatan sistem pemerintahan berbasis digital.
“Sinergi dengan Pemerintah Provinsi menjadi sangat penting karena masih terdapat sejumlah kewenangan yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Probolinggo dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan manusia, memperkuat daya saing ekonomi, sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kawasan di wilayah timur Jawa,” pungkasnya.
Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak menghasilkan komitmen awal untuk menindaklanjuti sejumlah peluang kerja sama strategis. Beberapa di antaranya meliputi optimalisasi potensi Pelabuhan Probolinggo, penguatan konektivitas kawasan wisata Bromo, percepatan investasi, serta identifikasi berbagai kendala kewenangan yang memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pembangunan kawasan dapat berlangsung lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
