Wali Kota Probolinggo Apresiasi Gerakan Pramuka Peduli Sungai Sebagai Teladan Masyarakat
Probolinggo, Radarpatroli.com
Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Probolinggo bersama Gerakan Pramuka melalui aksi Pramuka Peduli Sungai di aliran sungai Jalan Pandjaitan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65 dan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan.

Aksi bersih sungai dilaksanakan usai Senam Bersama ASN di Stadion Bayuangga dan apel pagi. Sekitar 140 peserta mengikuti kegiatan yang melibatkan perwakilan gugus depan dari lima kwartir ranting, Brigade Penolong 13.33, komunitas pecinta lingkungan, masyarakat sekitar sungai, hingga pelajar.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tidak hanya difokuskan pada pembersihan sampah di badan sungai dan bantaran sungai, tetapi juga dilakukan pengujian kualitas air sebelum dan sesudah aksi, termasuk pemeriksaan kandungan mikroplastik.

Ketua Panitia Pramuka Peduli Sungai, Retno Wandansari, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas air serta berpotensi meningkatkan penyebaran bakteri patogen.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan teladan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan sungai. Harapannya, kualitas lingkungan terus terjaga dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo sekaligus Pembimbing Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengapresiasi kepedulian para anggota Pramuka dan komunitas lingkungan yang secara sukarela menjaga kebersihan sungai.
Menurutnya, sungai merupakan salah satu urat nadi kehidupan yang harus dijaga bersama. Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga dan menjadi budaya di tengah masyarakat.
“Kita memang harus memberikan contoh kepada masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai awal dari gerakan yang terus dilakukan, bukan hanya berhenti hari ini. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama,” tegasnya.
Salah seorang peserta dari SMP Negeri 10 Probolinggo, Dyanitha, mengaku memperoleh pengalaman berharga setelah mengikuti aksi tersebut. Ia semakin memahami dampak buruk sampah terhadap kondisi sungai dan berkomitmen mengajak teman-temannya untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui Gerakan Pramuka Peduli Sungai, diharapkan semangat menjaga lingkungan terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda. Aksi sederhana membersihkan sungai menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
