Wagub Jatim Emil Dardak Tinjau Langsung Karhutla Bromo, Luas Area Terbakar Capai 520 Hektare

0
WhatsApp-Image-2026-08-09-at-16.37.37-1536x864
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali meluas. Kondisi tersebut mendorong Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak turun langsung ke lapangan untuk melihat penanganan kebakaran yang hingga Minggu (9/8/2026) diperkirakan telah berdampak pada sekitar 520 hektare kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dalam peninjauan tersebut, Emil melihat langsung sejumlah kawasan terdampak sekaligus mengikuti koordinasi penanganan bersama unsur pemerintah, TNI, BPBD, pengelola taman nasional dan relawan.

Sejumlah titik api masih ditemukan mulai kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo hingga wilayah Penanjakan 1. Petugas gabungan terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Ini kita koordinasikan bersama, karena penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak,” kata Emil.

Koordinasi penanganan turut diikuti Kepala Balai Besar TNBTS Rudjanta Tjahja Nugraha, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yudho Apriantono, Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta sejumlah relawan.

Sebelum bergerak menuju titik kebakaran, tim gabungan terlebih dahulu menyusun strategi berdasarkan arah angin, kondisi vegetasi dan tingkat kesulitan medan. Pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara.

“Pemadaman kita lakukan dengan melihat kondisi dan medan di lapangan. Ada pemadaman darat dan juga kita dukung dengan pemadaman dari udara,” jelas Emil.

Untuk mendukung operasi udara, tiga helikopter water bombing dikerahkan guna menyiram titik api yang sulit dijangkau petugas. Sementara dari jalur darat disiagakan tujuh mobil pemadam kebakaran dan tiga drone water spray.

Ratusan personel gabungan dari unsur TNI, BPBD, BB-TNBTS dan relawan juga diterjunkan. Mereka melakukan pemadaman manual, membuka akses menuju lokasi serta menyisir kawasan yang masih ditemukan bara.

Namun, penanganan karhutla menghadapi sejumlah kendala. Perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran api. Selain itu, medan yang terjal dan berbukit membuat sebagian titik sulit dijangkau kendaraan.

Emil juga mengungkapkan keterbatasan peralatan manual menjadi kendala tersendiri. Bahkan, alat gepyok yang digunakan petugas untuk memadamkan api di sejumlah lokasi telah habis digunakan.

“Alat gepyok ini memang menjadi salah satu kendala. Tim sudah kehabisan alat gepyok,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara hingga Minggu (9/8/2026), area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare. Vegetasi yang terdampak antara lain hamparan rumput pegunungan dan sejumlah tanaman di kawasan konservasi, termasuk bunga edelweiss.

Meski demikian, kebakaran dilaporkan tidak sampai membakar kawasan Lembah Watangan maupun Bukit Teletubbies yang menjadi salah satu kawasan daya tarik wisata Bromo.

Selain pemadaman, petugas kini memperkuat patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dari bara yang masih tersisa. Patroli dilakukan selama 24 jam di sejumlah kawasan rawan.

Sebanyak 20 personel TNI menggunakan sepeda motor trail untuk menyisir padang savana serta jalur yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan bara-bara yang ada bisa kita pantau, supaya tidak kembali menjadi titik api,” tegas Emil.

Untuk menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan sekaligus memperlancar proses pemadaman, seluruh akses menuju kawasan TNBTS dari empat arah masih ditutup total. Penutupan berlaku untuk jalur dari Kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo.

Penutupan akses tersebut dilakukan agar petugas gabungan dapat bekerja secara maksimal tanpa terganggu aktivitas pengunjung di kawasan konservasi.

Hingga kini, penanganan karhutla Gunung Bromo masih berlangsung secara intensif. Tim gabungan terus bersiaga melakukan pemadaman, penyisiran dan pemantauan untuk memastikan seluruh titik api maupun bara dapat dikendalikan sebelum kawasan dinyatakan aman.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!