Akses Empat Pintu TNBTS Ditutup, Wisata Di Probolinggo Masih Bisa Dikunjungi

0
file_00000000ddd0820bb27bc0d93cb8ce89
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Wisatawan yang hendak berkunjung ke sejumlah destinasi di sekitar Bromo melalui wilayah Kabupaten Probolinggo masih memiliki kesempatan untuk menikmati objek wisata yang berada di luar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Meski akses menuju kawasan TNBTS resmi ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), beberapa destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo masih dinyatakan aman.

Penutupan akses menuju kawasan TNBTS diberlakukan sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan melalui empat pintu masuk, yakni Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang, menyusul perkembangan karhutla di kawasan Gunung Bromo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengatakan kondisi sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo hingga Minggu (9/8/2026) masih relatif aman berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Beberapa destinasi yang masih aman dikunjungi antara lain Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point dan Terminal Wisata Seruni Point. Titik api yang berada di kawasan Bromo juga dinilai masih cukup jauh dari lokasi wisata tersebut.

“Untuk wilayah Kabupaten Probolinggo yang meliputi Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point dan Terminal Wisata Seruni Point, kondisi hari ini masih aman. Kondisi ini membuat destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan,” ujar Heri.

Meski masih aman, Disporapar bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi di lapangan mengalami perubahan.

Heri menegaskan, apabila titik api mulai mengarah atau berdampak terhadap kawasan objek wisata di Kabupaten Probolinggo, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan pembatasan hingga penutupan sementara demi keselamatan wisatawan dan masyarakat.

“Masih aman untuk dikunjungi. Tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan besar juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembatasan kunjungan akan menjadi langkah antisipatif apabila perkembangan karhutla berpotensi membahayakan masyarakat maupun wisatawan.

“Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, secara otomatis tentu kita akan melakukan upaya-upaya pembatasan apabila kejadiannya lebih mengarah kepada objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo,” tegas Heri.

Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi. Aspek keselamatan dan keamanan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas wisata di kawasan sekitar Bromo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!