KKN Berdampak Nusantara UPNVJT Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tanjungori melalui Kegiatan Eco Upgrade
Gresik, Radarpatroli.com
Upaya menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Di Desa Tanjungori, Pulau Bawean, mahasiswa KKN Berdampak Nusantara Kelompok 02 Boyana UPN “Veteran” Jawa Timur mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah melalui kegiatan “Eco Upgrade: Bersama Tingkatkan Nilai Sampah demi Lingkungan.”

Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Tanjungori pada Jumat (7/8/2026), pukul 08.30–11.00 WIB. Acara memadukan sosialisasi pengelolaan sampah terpadu dengan praktik pembuatan eco enzyme yang dapat dilakukan masyarakat menggunakan bahan-bahan sederhana dari lingkungan sekitar.
Sejak pagi, Balai Desa Tanjungori dipenuhi masyarakat yang hadir bersama jajaran pemerintah desa. Turut hadir Kepala Desa Tanjungori, Sekretaris Desa Hairuddin, perangkat desa, kepala dusun se-Desa Tanjungori, serta masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara bijak. Edukasi yang diberikan juga diarahkan agar dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Sekretaris Desa Tanjungori, Hairuddin, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Berdampak Nusantara Kelompok 02 Boyana tersebut. Ia berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.
“Di Desa Tanjungori ini sampah masih menjadi masalah yang berkelanjutan hingga saat ini. Kami menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kehadiran adik-adik mahasiswa. Harapan kami, dengan adanya penyampaian ilmu dari mahasiswa ini, masyarakat dapat belajar dan benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hairuddin.

Dalam sesi utama, Aurellia Dwi Rully Dzulkarnain selaku pemateri mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang berbeda. Sampah yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai ekonomi.
Sejumlah metode pengelolaan sampah diperkenalkan kepada peserta, mulai dari Bank Sampah, pemanfaatan maggot untuk mengolah sampah organik, penggunaan insinerator, pembuatan kompos, hingga pembuatan eco enzyme melalui proses fermentasi limbah organik rumah tangga.
Suasana kegiatan semakin menarik ketika peserta mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzyme. Menggunakan botol bekas, potongan sisa buah dan sayuran, molase, serta air, pemateri memperagakan tahapan pembuatan secara bertahap.
Masyarakat tampak antusias mengikuti praktik tersebut. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai cara penyimpanan, lama fermentasi, hingga pemanfaatan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme semakin terlihat dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan masyarakat, terutama mengenai cara mengelola sampah rumah tangga secara efektif serta kendala yang mungkin muncul selama proses fermentasi.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketertarikan terhadap solusi pengelolaan sampah yang sederhana, murah, dan dapat diterapkan dari lingkungan rumah masing-masing.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta bersama mahasiswa KKN mengabadikan momen melalui sesi foto bersama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian “Eco Upgrade” yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, tetapi dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Reporter : Sayful
Penulis : Kelompok 02 KKN Berdampak Nusantara (Arrny Yusnabella, Alya Raguan Al’Habsyi, Wildan Asysyamil Haryadi)
