Pemkot Probolinggo Perkuat Pendidikan Matematika, Sains dan Robotik Bersama Pakar Jepang

0
IMG-20260818-WA0042
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo terus dilakukan melalui penguatan kerja sama dan pertukaran pengetahuan dengan para pakar pendidikan internasional. Kali ini, Pemkot Probolinggo menggandeng Prof. Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang, bersama SEAMOLEC dan SEAQIM untuk mendorong peningkatan kemampuan numerasi, pembelajaran matematika, sains, hingga pengembangan robotik dan teknologi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Prof. Masami Isoda beserta tim, Selasa (18/8/2026) siang, di Paseban Sena Ballroom, Hotel & Resto.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program penguatan kapasitas guru dan siswa yang berlangsung selama tiga hari. Hadir dalam kesempatan itu tim guru dari University of Tsukuba, Direktur SEAMOLEC Cahya Kusuma Ratih, Direktur SEAQIM Sri Wulandari Danoebroto, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.

Prof. Masami Isoda merupakan ahli pendidikan matematika asal Jepang yang memiliki kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran matematika. Sejumlah buku karya Prof. Isoda juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh para guru.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyambut positif kehadiran Prof. Isoda dan seluruh tim. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi Kota Probolinggo untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan langsung dari ahli pendidikan matematika.

“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan sistem pendidikan, literasi dan pengetahuan murid-murid kita. Tidak semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari ahlinya,” ujar dr. Aminuddin.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Pemkot Probolinggo siap memberikan dukungan agar transfer pengetahuan kepada guru dan siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan, termasuk melalui pertemuan secara daring.

“Kalau tidak memungkinkan dilakukan melalui kunjungan, bisa dilanjutkan melalui pertemuan secara daring. Yang terpenting, pengetahuan tentang bagaimana matematika seharusnya diajarkan dan dikembangkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak kita,” jelasnya.

Menurut dr. Aminuddin, pembelajaran matematika memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan sistematis. Kemampuan tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam pengembangan berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotik, coding hingga kecerdasan artifisial (AI).

Ia bahkan berharap Kota Probolinggo dapat menjadi pilot project atau percontohan pengembangan program tersebut sebelum diperluas ke daerah lain di Jawa Timur maupun Indonesia.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Apa yang dibutuhkan Profesor dan tim, sepanjang dapat kami berikan, akan kami dukung melalui Dinas Pendidikan. Harapan saya program ini tidak berhenti di sini, tetapi berjalan sampai benar-benar siap dan dapat menjadi pusat pengembangan, baik di Jawa Timur maupun Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur SEAMOLEC Cahya Kusuma Ratih didampingi Kepala Disdikbud Setiono Sayekti mengungkapkan bahwa Kota Probolinggo dipilih sebagai satu-satunya wilayah kabupaten/kota di Indonesia dalam kegiatan tersebut.

Program tersebut diarahkan untuk mengimplementasikan pendekatan pembelajaran matematika yang menyenangkan sekaligus membangun kemampuan berpikir logis dan numerasi siswa, dengan menghadirkan Prof. Masami Isoda sebagai expert di bidang matematika fundamental.

“Kegiatan ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian selama tiga hari. Prof. Masami Isoda ingin mengembangkan dan mengimplementasikan keahliannya di Kota Probolinggo. Yang ingin dibangun adalah bagaimana memberikan pembelajaran matematika yang menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan dasar berpikir logis bagi anak-anak,” terang Cahya.

Pada kegiatan berikutnya akan dilaksanakan open classroom atau lesson study. Dalam agenda tersebut, guru dapat mengamati secara langsung bagaimana metode pembelajaran matematika diterapkan oleh pengajar dari Jepang kepada siswa.

Guru tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga dapat melihat langsung proses pembelajaran di kelas, melakukan observasi, kemudian mempelajari dan mendalami metode tersebut melalui buku karya Prof. Isoda yang telah tersedia dalam bahasa Indonesia.

Kegiatan menyasar guru dan siswa jenjang SD dan SMP. Para siswa akan mendapatkan pengalaman mengikuti pembelajaran dengan pendekatan berbeda, sementara guru memperoleh kesempatan mempelajari metode pengajaran secara langsung.

Cahya berharap metode tersebut dapat membuat pembelajaran matematika menjadi lebih friendly bagi siswa sekaligus memperkuat kemampuan numerasi. Setelah kegiatan, guru juga diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran secara berkelanjutan melalui kelompok-kelompok guru maupun MGMP.

Selain matematika, rangkaian kegiatan juga diarahkan pada penguatan sains dan robotik. Program tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, termasuk penguatan coding dan kecerdasan artifisial (AI).

Dari sisi pengembangan kapasitas pendidik, tim SEAQIM juga mendorong keterlibatan guru Kota Probolinggo dalam berbagai program pelatihan. Program SEAQIM berfokus pada peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam bidang matematika serta peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain itu, diperkenalkan pula peluang keterlibatan Kota Probolinggo dalam program Southeast Asia Primary Learning Matrix (CPLM). Program tersebut tidak hanya berorientasi pada asesmen, tetapi juga terintegrasi dengan capacity building.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Probolinggo berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi praktik baik yang memberikan dampak lebih luas bagi dunia pendidikan, tidak hanya di Kota Probolinggo, tetapi juga Jawa Timur hingga tingkat nasional.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!