Pengabdian Masyarakat di Alun-Alun Kota Probolinggo, Mahasiswa S2 Unipdu Edukasi Pasien Prolanis
Probolinggo, Radarpatroli.com
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengendalikan penyakit kronis terus dilakukan melalui edukasi kesehatan. Sebanyak 80 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Puskesmas Jati Kota Probolinggo mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sehat dengan CERDIK dan PATUH”, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut digagas tiga mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang angkatan 2026, yakni dr. Kinanthi Paramita Pambayun, dr. Brilliana Firly Ariesti, dan dr. Ma’rufa Istiqomah.
Menggandeng UPTD Puskesmas Jati Kota Probolinggo, kegiatan menyasar pasien Prolanis penderita hipertensi dan diabetes melitus. Edukasi diberikan untuk mendorong peserta tidak hanya patuh mengonsumsi obat, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui senam bersama, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, tanya jawab hingga kuis berhadiah. Peserta juga mengerjakan pretest dan posttest menggunakan kuesioner 28 butir untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah mengikuti edukasi.

Tim pengabdian menilai persoalan pengendalian penyakit kronis bukan semata-mata karena minimnya informasi. Sebagian pasien sebenarnya telah mengetahui pentingnya menjaga pola makan, beraktivitas fisik dan mengonsumsi obat secara teratur, namun penerapannya belum selalu menjadi kebiasaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jumlah peserta Prolanis Puskesmas Jati mengalami peningkatan signifikan. Data tim menunjukkan jumlah peserta meningkat dari 91 orang pada 2024 menjadi 203 orang pada 2026 atau bertambah sekitar 123 persen.
Namun, peningkatan jumlah peserta belum sepenuhnya diikuti dengan meningkatnya pengendalian penyakit. Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) untuk hipertensi tercatat hanya 1,11 persen pada 2025, masih di bawah target BPJS Kesehatan sebesar 5 persen.
Koordinator kegiatan, dr. Kinanthi Paramita Pambayun, mengatakan edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengetahuan peserta sekaligus membantu Puskesmas Jati dalam meningkatkan pengelolaan penyakit kronis.
“Saya selaku dokter penanggung jawab Prolanis di Puskesmas Jati merasa sangat terbantu. Kegiatan ini bisa menjadi bahan perencanaan penyuluhan untuk menguatkan pengetahuan peserta, sehingga harapannya indikator kapitasi berbasis kinerja, khususnya RPPT, dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Brilliana Firly Ariesti berharap peserta dapat menerapkan pola hidup sehat, disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan rutin melakukan kontrol setiap bulan di Puskesmas Jati.
“Harapannya pola hidup sehat dapat diterapkan dengan baik dan benar, kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter berjalan, dan peserta rutin kontrol setiap bulan di Puskesmas Jati,” katanya.
Senada, dr. Ma’rufa Istiqomah menyampaikan bahwa penerapan prinsip CERDIK dan PATUH diharapkan mampu membantu peserta menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap terkendali serta mencegah terjadinya komplikasi.
Adapun CERDIK merupakan akronim dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Sementara PATUH menekankan kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran tenaga medis.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari para dosen pembimbing, Dr. Herin Mawarti, S.Kep.Ns., M.Biomed dan Dr. Nasrudin, S.Kep.Ns., SKM., M.Kes. Keduanya berharap program pengabdian masyarakat tersebut memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi peserta Prolanis.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Salah satunya Endang, peserta Prolanis, mengaku mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan disiplin menjalani pengobatan.
“Acaranya mantap, terima kasih. Materinya sudah bagus, menambah pengetahuan kami tentang pola hidup sehat dan kepatuhan pengobatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, tiga mahasiswa S2 Kesehatan Masyarakat Unipdu Jombang berharap CERDIK dan PATUH tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari oleh masyarakat, khususnya penderita hipertensi dan diabetes melitus.
Reporter : Sayful
Penulis : Tim Pengabdian S2 Kesehatan Masyarakat Unipdu Jombang
