98 PNS Pemkab Probolinggo Masuki Purna Tugas, Bupati Haris Pengabdian Jangan Pernah Hilang

0
WhatsApp-Image-2026-08-20-at-15.06.38
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara akan segera berakhir bagi 98 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Mereka memasuki masa purna tugas periode September hingga Desember 2026 dan secara resmi dilepas melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (20/8/2026).

Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris kepada 10 perwakilan PNS. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Haris menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian para PNS yang telah bekerja selama puluhan tahun. Menurutnya, masa purna tugas bukan berarti berakhirnya kontribusi kepada masyarakat maupun daerah.

“Ada satu kata sederhana yang ingin saya sampaikan pada hari ini, yaitu terima kasih. Terima kasih atas waktu yang panjang, kesabaran, tenaga, pikiran dan pengabdian,” ujar Haris.

Ia menegaskan, yang berakhir saat memasuki masa pensiun hanyalah status sebagai PNS. Sementara semangat untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat diharapkan tetap melekat.

“Saya lebih suka menyampaikan bahwa hari ini adalah pelepasan menuju gerbang kehidupan yang baru, bukan pemberhentian. Yang berhenti hanya status PNS, tetapi pengabdian itu menjadi kewajiban kita semua sampai akhir hayat,” tegasnya.

Haris juga menilai para PNS yang memasuki masa purna tugas memiliki pengalaman panjang yang sangat berharga. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi aparatur yang lebih muda.

“Panjenengan ini adalah orang-orang yang sarat dengan pengalaman. Yang muda-muda sejatinya harus belajar banyak dengan panjenengan yang ada di depan sini,” katanya.

Bupati Haris berharap masa pensiun dapat dimanfaatkan untuk lebih banyak berkumpul bersama keluarga, anak dan cucu. Namun, ia mengingatkan agar masa purna tugas tidak menjadi alasan untuk berhenti memberikan kontribusi.

“Pengabdian jangan pernah hilang. Pengabdian jangan pernah hilang,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Probolinggo merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan banyak generasi pemerintahan. Karena itu, pengalaman dan masukan para purna tugas masih dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Kali ini saya minta Bapak Ibu sekalian jangan pernah berhenti untuk mengabdi. Tolong bantu kami berdasarkan pengalaman panjenengan, bagaimana membuat Kabupaten Probolinggo ini betul-betul sejahtera, amanah, religius dan eksis berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto mengatakan, pelepasan tersebut merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada PNS yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun.

Menurutnya, jumlah PNS yang memasuki masa purna tugas setiap tahun rata-rata mencapai 300 hingga 350 orang. Pada 2026, Pemkab Probolinggo juga tidak melaksanakan rekrutmen CPNS sebagai bagian dari upaya menormalkan kondisi anggaran gaji pegawai.

Hari menambahkan, sebagian PNS yang memasuki masa purna tugas telah mengabdi lebih dari tiga dekade. Bahkan, sejumlah guru disebut mendekati masa pengabdian selama 40 tahun.

Kegiatan pelepasan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi pengurusan dana pensiun. Langkah ini dilakukan agar para PNS memperoleh informasi yang jelas mengenai proses administrasi setelah memasuki masa purna tugas.

Sementara itu, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari turut memberikan apresiasi atas pengabdian para PNS. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara Bank Jatim, pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurut Siska, hubungan Bank Jatim dengan masyarakat tidak hanya sebatas transaksi perbankan, tetapi juga dibangun melalui kepercayaan, kenyamanan dan hubungan jangka panjang.

Ia berharap komunikasi serta sinergi antara Bank Jatim dan Pemkab Probolinggo semakin kuat sehingga dapat terus memberikan kontribusi bagi pembangunan dan perekonomian daerah.

Pelepasan ini menjadi momentum bagi 98 PNS untuk memasuki babak kehidupan baru setelah puluhan tahun mengabdi. Meski tidak lagi berstatus sebagai aparatur, pengalaman dan semangat pengabdian mereka diharapkan tetap memberi manfaat bagi masyarakat dan Kabupaten Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!