Dewan Pakar DPC GAPEMBI Kota Probolinggo Louis Hariona Dorong MBG Berjalan Aman, Bergizi dan Berdampak Ekonomi
Probolinggo, Radarpatroli.com
Sejumlah persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian DPC GAPEMBI Kota Probolinggo. Organisasi tersebut menyampaikan berbagai masukan kepada Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin melalui audiensi yang digelar Jumat (21/8/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.

Audiensi tersebut membahas sejumlah hal, mulai dari keamanan pangan, kandungan gizi, perizinan, pengelolaan limbah, sosialisasi kepada masyarakat hingga keterlibatan pelaku usaha dan produk lokal dalam mendukung program MBG.

Dewan Pakar DPC GAPEMBI Kota Probolinggo, Louis Hariona, menekankan pentingnya pengawasan terhadap kandungan makanan dan keamanan pangan. Menurutnya, persoalan keracunan harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Yang menjadi persoalan utama di tengah masyarakat adalah jangan sampai terjadi keracunan. Karena itu, pengawasan dan pengambilan sampel perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang berdampak buruk bagi penerima manfaat,” ujar Louis.
Ia menambahkan, penerima manfaat program MBG bukan hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil serta ibu menyusui. Karena itu, kandungan kalori dan nilai gizi makanan harus benar-benar diperhatikan.
Selain keamanan pangan, GAPEMBI juga menyoroti persoalan pengolahan limbah dari dapur MBG. Louis menilai limbah yang dihasilkan berpotensi memiliki nilai ekonomi apabila dilakukan penelitian dan kajian yang tepat, salah satunya untuk diolah menjadi pupuk organik.
“Limbah ini kalau ada penelitian dan kajian, bisa menjadi nilai ekonomi, misalnya dijadikan pupuk organik. Tentunya ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan di Kota Probolinggo,” jelasnya.
GAPEMBI juga mendorong keterlibatan pemerintah dalam sosialisasi program MBG kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan informasi yang utuh sekaligus menjawab berbagai pemberitaan maupun opini negatif yang berkembang.

Menurut Louis, organisasi masyarakat dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi serta menerima berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan MBG turut memberdayakan produk lokal. Dengan jumlah dapur yang terus berkembang dan kebutuhan bahan pangan yang besar, potensi keluarga maupun pelaku usaha di Kota Probolinggo sebagai pemasok perlu dioptimalkan.
“Produk lokal harus kita dorong. Apa yang ada di Probolinggo bisa dikelola dengan baik untuk memenuhi kebutuhan program MBG di Kota Probolinggo,” tandasnya.
Melalui audiensi tersebut, GAPEMBI berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo semakin kuat sehingga program MBG dapat berjalan aman, berkualitas, transparan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
