Maulid Nabi, Wali Kota Aminuddin Tekankan Peran Guru Ngaji Bentuk Akhlak Generasi
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raudlatul Jannah, Kota Probolinggo, Kamis (3/9) sore. Momentum tersebut diikuti sekitar 1.350 guru ngaji se-Kota Probolinggo dan dihadiri Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.

Kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai kepedulian, kasih sayang, persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Maulid Nabi ini kita jadikan momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau. Nilai-nilai seperti kepedulian, kasih sayang, persaudaraan dan kebersamaan perlu terus kita tanamkan di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota Dokter Aminuddin.
Pada kesempatan itu, Aminuddin juga membeberkan program terbaru pemerintah mengenai anak wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, program tersebut selaras dengan peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter generasi muda sejak dini.
Guru TPQ, kata dia, memiliki peran penting dalam memberikan dasar-dasar akhlak kepada anak melalui pembelajaran mengaji, sopan santun, tata krama dan adab.

“Disitulah peran bapak-ibu sekalian guru-guru TPQ untuk membuat dasar-dasar akhlak anak-anak dalam belajar mengaji, belajar bagaimana bersikap, bersopan santun dan berakhlak. Ini kewajiban kita bersama dalam membentuk karakter mereka guna menciptakan generasi muda yang tidak hanya berilmu tapi juga memiliki adab yang baik,” tambahnya.
Aminuddin berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan dan membangun kehidupan sosial masyarakat.
Pengajian tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim. Sementara tausiah disampaikan Nyai Nurul Abidoh, pengasuh Pondok Pesantren Putri Syamsul Arifin dari Pasuruan.
Dalam tausiyahnya, Nyai Nurul Abidoh mengangkat pesan bahwa sejarah besar dapat berawal dari langkah kecil, sedangkan keabadian dapat lahir dari ketulusan tanpa pamrih.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Probolinggo berharap silaturahmi bersama para guru ngaji dan masyarakat semakin erat. Semangat kepedulian serta kebersamaan juga diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya membangun generasi Kota Probolinggo yang berilmu sekaligus berakhlak.
Turut hadir Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, jajaran Forkopimda, staf ahli, para asisten, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
