Pemkot Probolinggo Perkuat Perlindungan Bahasa Dan Sastra Indonesia serta Daerah
Probolinggo, Radarpatroli.com
Upaya menjaga bahasa sebagai bagian dari identitas budaya terus diperkuat Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa dan sastra Indonesia maupun bahasa daerah.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jumat (11/9/2026), di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo.
Penandatanganan turut disaksikan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Sejumlah pejabat Pemkot Probolinggo juga hadir, di antaranya Asisten Administrasi Umum Retno Fajar Winarti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Setiorini Sayekti, Kepala BKPSDM Ratri Dian, Kepala Disperpusip Slamet Swantoro, Kabag Pemerintahan Rachma Nurcahyani, Kabag Organisasi Prijo Jatmiko, serta Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, nota kesepakatan tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, baik di lingkungan instansi pemerintah maupun sekolah.
Menurutnya, ruang lingkup kerja sama tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam komunikasi, tetapi juga mencakup literasi bahasa dalam tata naskah kedinasan, penamaan kantor dan fasilitas publik, hingga rencana pengembangan kampung bahasa.
“Melalui komitmen ini, kita berupaya menguatkan kembali fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang utama, di tengah maraknya penggunaan istilah-istilah tidak resmi, khususnya di media sosial,” jelas Setiorini.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Puji Retno Hardiningtyas menyampaikan bahwa terdapat sejumlah program yang akan didorong melalui kerja sama tersebut.
Di antaranya peningkatan kemahiran berbahasa bagi aparatur sipil negara (ASN) dan siswa melalui uji kompetensi resmi. Selain itu, kemampuan guru dalam menghasilkan karya sastra juga akan terus ditingkatkan.
Puji Retno menilai Kota Probolinggo memiliki komitmen yang cukup kuat dalam pengembangan dan pelestarian bahasa. Hal tersebut antara lain ditunjukkan dengan pembentukan tim pengawasan bahasa serta dukungan anggaran khusus untuk penguatan literasi di tingkat daerah.
Ke depan, sejumlah agenda strategis juga disiapkan. Di antaranya pembentukan Kampung Bahasa Indonesia serta penyusunan regulasi mengenai kurikulum muatan lokal bahasa Jawa dan bahasa Madura.

“Secara keseluruhan, inisiatif ini bertujuan menyeimbangkan antara mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing demi kemajuan literasi masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan formal bagi sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa dalam menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi di lingkungan pemerintahan dan pendidikan.
### Bahasa dan Literasi untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pengembangan bahasa dan literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Menurut Aminuddin, penguatan literasi harus berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi digital. Karena itu, ketersediaan fasilitas pendidikan dan jaringan internet yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Selain penguatan literasi, Aminuddin melihat potensi besar untuk mengembangkan wisata berbasis bahasa. Beragam bahasa yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan karakter masyarakat Probolinggo, mulai dari bahasa Inggris, Belanda hingga bahasa khas Pendalungan, dinilai dapat dikemas menjadi bagian dari daya tarik wisata.
Pengembangan tersebut, kata dia, bukan hanya untuk memperkenalkan bahasa, tetapi juga memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya.
Narasi literasi juga dinilai dapat diperkuat pada berbagai objek sejarah maupun destinasi wisata. Informasi yang dikemas secara menarik dan edukatif diharapkan mampu memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan kepada masyarakat dan wisatawan mengenai sejarah, budaya serta kekayaan bahasa daerah.
“Bahasa dan budaya harus menjadi bagian dari pengembangan kota. Kita ingin membangun kota digital yang tetap berakar pada kekayaan budaya dan bahasa,” ujar Aminuddin.
Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) sebagai landasan teknis pelaksanaan berbagai program di lapangan.
Seluruh langkah tersebut sejalan dengan prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Dengan sinergi tersebut, pengembangan bahasa di Kota Probolinggo diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan literasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter, pendidikan, budaya, dan identitas kota.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
