DWP Kabupaten Probolinggo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Pelatihan
Probolinggo, Radarpatroli.com
Upaya membangun keluarga yang tangguh dalam menghadapi bencana terus dilakukan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui pelatihan tanggap bencana yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat.

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Jumat (25/9/2026), dan diikuti sebanyak 64 peserta. Peserta terdiri dari ketua dan anggota bidang pendidikan DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Probolinggo.
Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto. Dalam kegiatan tersebut, DWP menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo untuk memberikan pemahaman mengenai kebencanaan dan langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
Ketua panitia Retno Sjaiful mengatakan, pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan serta kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan serta kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” ungkapnya.
Menurut Retno, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai risiko bencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta membangun kemampuan koordinasi dan komunikasi ketika menghadapi keadaan darurat.
“Harapannya, peserta memiliki kesiapan yang lebih baik ketika menghadapi kondisi darurat dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan masing-masing,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto menyampaikan bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, penanggulangan bencana tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.
“Bencana merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, upaya penanggulangan bencana tidak cukup hanya dilakukan pada saat bencana terjadi, tetapi harus diawali dengan peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, keterampilan serta kesadaran seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Rita Erik menilai pelatihan tersebut memiliki nilai strategis karena peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai berbagai potensi dan risiko bencana, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai tindakan yang tepat ketika kondisi darurat terjadi.
“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta dalam memahami potensi risiko bencana, melakukan tindakan yang tepat pada saat keadaan darurat serta mengambil langkah-langkah penyelamatan dan pertolongan secara cepat, tepat dan terkoordinasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rita Erik menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Sebagai lingkungan pertama dan terdekat, keluarga dinilai memiliki posisi penting dalam memastikan setiap anggotanya memahami tindakan dasar yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.
“Keluarga merupakan lingkungan pertama dan terdekat dalam kehidupan kita. Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai kebencanaan, diharapkan setiap anggota keluarga mampu mengambil tindakan yang tepat apabila menghadapi situasi darurat,” terangnya.
Ia berharap materi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan bagi peserta saja. Para peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membagikannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dan simulasi dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta disampaikan kembali kepada keluarga dan lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Rita Erik juga mengajak seluruh jajaran DWP Kabupaten Probolinggo untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap isu kebencanaan. Menurutnya, kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.
“Melalui kegiatan pelatihan tanggap bencana ini, marilah kita bersama-sama memperkuat komitmen untuk membangun keluarga yang tangguh, meningkatkan kepedulian sosial serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang semakin siap, tanggap dan mampu menghadapi berbagai risiko bencana,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
