Diskominfo Kota Probolinggo Gelar Ngopi Bareng Awak Media, Bahas Mango Carnival of Indonesia dan Pemerataan WiFi Gratis

0
Diskominfo Kota Probolinggo Gelar Ngopi Bareng Awak Media, Bahas Mango Carnival of Indonesia dan Pemerataan WiFi Gratis
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat sinergi dengan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, promosi potensi unggulan, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Ngopi Bersama Awak Media” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo dengan mengusung tema “Ngopi Bareng Mango Carnival of Indonesia”. Selasa (27/10/2026) Malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sekretaris Daerah (Sekda) Budiono Wirawan, Kepala Diskominfo Dr. Lucia Aries Yulianti, perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Edi Sunarko, Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F Wamipro) M. Suhri, Ketua AWPR Fahrul Mozza, Ketua PJS Kota Probolinggo Ko Huda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Probolinggo.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan awak media untuk membahas berbagai program strategis, mulai dari pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, penguatan ekonomi kreatif, pemerataan akses internet gratis, hingga penataan ruang publik yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Dr. Lucia Aries Yulianti menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus diarahkan pada penguatan daya saing kota, peningkatan perekonomian masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, mangga merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus melekat dengan identitas dan karakteristik Kota Probolinggo. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata dan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

“Melalui Mango Carnival of Indonesia, harapannya potensi mangga dapat diangkat dalam bentuk atraksi wisata, promosi produk unggulan, serta berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan banyak pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah agenda wisata tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan acara, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Diskominfo juga menyampaikan perkembangan penambahan infrastruktur akses internet gratis di wilayah Kota Probolinggo. Sebanyak 30 titik tambahan WiFi koridor telah dipasang untuk memperluas jangkauan layanan internet, termasuk di wilayah Kecamatan Wonoasih dan Kademangan.

Penambahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas pemerataan akses digital di lima kecamatan. Keberadaan WiFi gratis diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga mendukung kegiatan produktif lainnya.

Lucia berharap, keterlibatan media dapat membantu menyosialisasikan program-program pemerintah secara luas sehingga masyarakat mengetahui sekaligus merasakan manfaat pembangunan yang dilaksanakan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal harus dibarengi dengan inovasi dan penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik perhatian masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha dari berbagai daerah.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah Mango Carnival of Indonesia. Setelah penyelenggaraan festival mangga pada tahun sebelumnya mendapat apresiasi, Pemkot Probolinggo kembali menyiapkan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar.

Aminuddin menyebut, kegiatan tahun ini direncanakan diikuti sedikitnya 12 daerah dari berbagai wilayah di Indonesia yang telah menyatakan konfirmasi keikutsertaan. Melalui agenda tersebut, Kota Probolinggo diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan dan promosi mangga di Tanah Air.

Rangkaian acara akan menampilkan pawai atau karnaval bertema mangga, gunungan hasil bumi, mobil hias, hingga peragaan busana dengan motif yang terinspirasi dari buah mangga. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi pengunjung sekaligus membuka peluang promosi bagi produk lokal.

Tidak hanya menonjolkan aspek hiburan, festival tersebut juga dirancang sebagai ruang edukasi dan promosi mengenai pengembangan komoditas mangga. Sejumlah pembahasan akan diarahkan pada pengolahan hasil panen, pengembangan produk turunan, serta upaya menjaga kualitas dan daya tahan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pemerintah kota juga berupaya melibatkan pelaku UMKM, seniman, dan berbagai komunitas lokal agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan selama festival berlangsung, tetapi turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Aminuddin berharap Mango Carnival of Indonesia dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin kuat dan berpeluang masuk dalam kalender kegiatan nasional. Ia menilai, konsistensi penyelenggaraan dan kualitas acara menjadi faktor penting untuk memperluas pengakuan terhadap potensi wisata Kota Probolinggo.

Selain festival mangga, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan agenda unggulan lain, termasuk Batik in Motion, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.

Dalam arahannya, Aminuddin juga menyoroti pentingnya pemerataan akses internet untuk mendukung aktivitas masyarakat. Menurutnya, infrastruktur digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, memasarkan produk UMKM, serta mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi berbasis teknologi.

Penambahan 30 titik WiFi koridor menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan teknologi digital di lingkungan masyarakat. Pemerintah juga mendorong agar fasilitas tersebut digunakan secara produktif dan dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan.

Selain pengembangan akses digital, Pemkot Probolinggo tengah melanjutkan penataan ruang publik, termasuk koridor Jalan Cokroaminoto. Penataan tersebut diarahkan untuk menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi pejalan kaki sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan usaha masyarakat.

Aminuddin menyampaikan rencana pengembangan lanjutan pada akhir 2026 dan 2027. Dalam konsep yang disiapkan, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih tertata, dengan pengaturan lalu lintas dan aktivitas kendaraan yang disesuaikan berdasarkan hasil koordinasi bersama pihak kepolisian.

Pemerintah juga berencana mendorong penataan pedagang kaki lima agar lebih modern, seragam, dan tertib. Kehadiran pelaku seni serta pengamen jalanan yang melalui proses penataan dan pembinaan juga diharapkan dapat menambah daya tarik kawasan tersebut.

Melalui penataan itu, Pemkot Probolinggo ingin menghadirkan ruang publik yang tidak hanya nyaman untuk berjalan kaki, tetapi juga mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri, dengan konsep ruang publik yang terinspirasi dari kawasan Malioboro di Yogyakarta.

Di sektor lingkungan, Walikota Probolinggo dr. Aminuddin memaparkan perkembangan pembentukan bank sampah di tingkat rukun warga (RW). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Menurutnya, jumlah bank sampah aktif terus mengalami peningkatan dibandingkan kondisi pada awal 2025. Pemerintah menargetkan pembentukan bank sampah dapat diperluas hingga menjangkau seluruh RW di Kota Probolinggo.

Selain itu, Pemkot Probolinggo juga mengembangkan pengolahan sampah melalui teknologi “Refuse Derived Fuel” (RDF), yang memungkinkan sampah tertentu diolah menjadi bahan bakar alternatif, termasuk untuk kebutuhan industri semen.

Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada metode penimbunan sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Aminuddin juga menyinggung upaya pelestarian lingkungan, khususnya pengembangan tutupan hijau dan rehabilitasi mangrove di sepanjang kawasan pesisir. Ia menyampaikan bahwa upaya penambahan tutupan mangrove di Kota Probolinggo mendapat perhatian dalam forum internasional yang membahas perubahan iklim dan lingkungan.

Ke depan, pemerintah berencana menghubungkan sejumlah lokasi mangrove yang saat ini masih terpisah agar pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih terpadu. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Kota Probolinggo dalam mendukung kegiatan Festival Mangrove Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Pengembangan kawasan mangrove diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang edukasi lingkungan dan wisata berbasis alam.

Melalui kegiatan Ngopi Bersama Awak Media, Pemkot Probolinggo berharap komunikasi dengan insan pers semakin terbuka dan produktif. Media dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai program pemerintah sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Berbagai agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi kreatif, pemerataan akses digital, pengelolaan lingkungan, serta penyediaan ruang publik yang mendukung aktivitas masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, media, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, berbagai potensi yang dimiliki Kota Probolinggo diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pemerintah kota pun berharap Mango Carnival of Indonesia tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, melainkan berkembang sebagai sarana promosi potensi daerah yang mampu memperkuat identitas Kota Probolinggo, meningkatkan kunjungan wisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!