Kasdim 0820/Probolinggo Hadiri Opening Ceremony Mango Carnival of Indonesia 2026, Dorong Mangga Lokal Mendunia
Probolinggo, Radarpatroli.com
Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya memperkenalkan potensi unggulan daerah melalui penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Mangga Indonesia Mendunia” tersebut resmi dibuka pada Kamis (29/10/2026) dengan dihadiri sejumlah pejabat penting dari tingkat pusat, Provinsi Jawa Timur hingga daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0820/Probolinggo Mayor Caj Aminudin Abadi turut menghadiri Opening Ceremony Mango Carnival of Indonesia 2026 yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Probolinggo.
Mayor Caj Aminudin Abadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi mangga sebagai komoditas unggulan Kota Probolinggo. Selain memperkenalkan kualitas dan keunggulan buah mangga, kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas kerja sama antardaerah dalam pengembangan sektor hortikultura.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pertanian dan perdagangan hasil hortikultura.
” Kegiatan Mango Carnival of Indonesia dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 29 Oktober 2026 hingga 31 Oktober 2026,” kata Mayor Caj Aminudin, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa mangga asal Kota Probolinggo memiliki karakteristik tersendiri, terutama cita rasanya yang manis. Kondisi geografis dan iklim Probolinggo, termasuk pengaruh angin Gending, dinilai turut mendukung kualitas produksi mangga daerah tersebut.

Menurut Aminuddin, dukungan dan pendampingan dari Kementerian Pertanian juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing mangga, mulai dari ketahanan buah hingga pengembangan berbagai varietas unggulan.
“Dalam momentum ini akan kita bahas keunikan dan keunggulannya sehingga Insyaallah akan tercipta mangga Indonesia yang tidak hanya manis rasanya, tetapi juga tahan busuk,” ujarnya.
Di sisi lain, Asisten II Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo atas penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia 2026.
Ia menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam sektor pangan nasional, termasuk sebagai salah satu daerah penghasil mangga terbesar di Indonesia. Kota Probolinggo juga menjadi salah satu daerah penyumbang produksi mangga di Jawa Timur.
Dydik menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penerapan standar dan sistem penjaminan kualitas produk pertanian agar mampu menembus pasar internasional.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur selalu mendukung kegiatan yang dilaksanakan di wilayah, termasuk kegiatan yang saat ini kita laksanakan. Kami juga terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam penerapan BAP agar produk mangga mampu menembus pasar internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufik Ratuli, menekankan pentingnya menjaga kualitas buah mangga agar sesuai dengan standar negara tujuan ekspor.
Menurutnya, setiap negara memiliki persyaratan impor masing-masing sehingga kualitas produk harus menjadi perhatian utama. Selain menjaga stabilitas produksi, peningkatan mutu buah juga diperlukan untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan nilai ekspor mangga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap devisa negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Mangga ini memang terkenal. Kita akan dorong terus sehingga mangga Kota Probolinggo bisa mendunia,” terangnya.
Melalui Mango Carnival of Indonesia 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berharap potensi mangga lokal semakin dikenal luas, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
Kehadiran unsur TNI, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi untuk memperkuat sektor hortikultura serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi unggulan lokal.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Pendim 0820
