F Wamipro Gandeng UPM Probolinggo Gelar OKK 2026, Perkuat Profesionalisme dan Kredibilitas Wartawan

0
F Wamipro Gandeng UPM Probolinggo Gelar OKK 2026, Perkuat Profesionalisme dan Kredibilitas Wartawan
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com 

Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F Wamipro) bekerja sama dengan Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Kredibilitas dan Menanamkan Nilai Jurnalistik yang Profesional” sebagai upaya meningkatkan kapasitas, wawasan, serta kualitas kerja jurnalistik bagi seluruh anggota organisasi. Kamis (29/10/2026)

Kegiatan OKK tersebut menjadi salah satu agenda organisasi dalam memperkuat pemahaman wartawan mengenai prinsip-prinsip jurnalistik, komunikasi publik, etika profesi, verifikasi fakta, hingga tata kelola organisasi. Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas kewartawanan secara profesional, berimbang, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Sebelum memasuki kegiatan inti, acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di kalangan insan pers.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua F Wamipro, M. Suhri, serta dihadiri Wakil Rektor III UPM Probolinggo Ludfi Arya Wardana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo Dr. Lucia Aries Yulianti, Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin, P.S. Kasubsi PIDM Si Humas Polres Probolinggo Kota Aiptu Choirul Anwar, dan Kasi Humas Polres Probolinggo IPDA Widy Purwa Apriantoro.

Hadir pula tiga narasumber, yakni Wakil Rektor II UPM Probolinggo Dr. Yudi Suharsono, Dosen Fakultas Sastra dan Filsafat Dr. (Cand) Indra Tjahyadi, serta Pembina UKM Jurnalistik UPM Sulis Dyah Candra. Kegiatan ini juga diikuti seluruh anggota F Wamipro.

Ketua F Wamipro, M. Suhri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan OKK merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kewartawanan.

Menurutnya, kerja sama dengan UPM Probolinggo menjadi langkah positif untuk memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada anggota, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab wartawan dalam menjalankan profesinya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa sertifikat bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan jurnalistik, serta membangun jaringan komunikasi yang lebih luas.

“Melalui kegiatan orientasi ini, kami berharap seluruh anggota dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam menjalankan tugas kewartawanan. Wartawan harus memiliki wawasan yang baik, memahami tugasnya, serta mampu menyampaikan informasi secara detail berdasarkan fakta di lapangan,” ujar M. Suhri.

Ia juga menekankan pentingnya proses konfirmasi dan verifikasi sebelum suatu informasi dipublikasikan. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas pemberitaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap media.

M. Suhri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak UPM Probolinggo yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan OKK 2026.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme wartawan, khususnya di wilayah Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Dr. Lucia Aries Yulianti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan OKK yang dilaksanakan F Wamipro melalui kerja sama dengan UPM Probolinggo.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para wartawan untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring komunikasi dengan berbagai pihak.

Lucia juga berharap para anggota F Wamipro dapat terus mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, perubahan teknologi menuntut insan pers untuk terus belajar dan menyesuaikan diri agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan, sekaligus memperluas jejaring komunikasi anggota F Wamipro. Perkembangan teknologi informasi juga perlu diikuti dengan baik agar profesionalisme dalam bekerja semakin meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, pemberitaan harus dilakukan secara jujur, transparan, dan berdasarkan fakta sehingga informasi publik dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lucia berharap pemanfaatan anggaran untuk kegiatan peningkatan kapasitas tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas sumber daya manusia dan mutu pemberitaan di Probolinggo.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, memberikan apresiasi kepada F Wamipro atas pelaksanaan kegiatan OKK 2026.

Ia menilai orientasi kewartawanan dan keorganisasian merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas serta profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Hudan, peningkatan kompetensi wartawan harus diikuti dengan perbaikan kualitas produk jurnalistik, mulai dari ketepatan pengumpulan data, akurasi informasi, hingga penyajian berita yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan adanya OKK ini, kami berharap kapasitas dan profesionalisme wartawan anggota F Wamipro semakin meningkat. Akurasi data dan pemberitaan juga diharapkan semakin baik sehingga wartawan dapat menjalankan tugasnya secara profesional,” tutur Hudan.

Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh materi yang disampaikan narasumber dengan baik. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik dan mempersiapkan wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada tahap berikutnya.

Dengan demikian, keberadaan kegiatan OKK diharapkan mampu mendorong lahirnya insan pers yang kompeten, berintegritas, dan semakin memahami tanggung jawabnya dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Setelah sambutan dari sejumlah pihak, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tiga narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam dunia jurnalistik dan keorganisasian.

Narasumber pertama, Wakil Rektor II UPM Probolinggo, Dr. Yudi Suharsono, menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik antara wartawan, narasumber, dan pihak-pihak yang menjadi objek pemberitaan.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hubungan komunikasi yang baik perlu dibangun melalui interaksi yang sehat, keterbukaan, serta saling menghormati.

Selain komunikasi, Yudi menekankan pentingnya membangun organisasi yang mampu menciptakan suasana nyaman bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, organisasi yang sehat tidak hanya mengandalkan hubungan formal, tetapi juga membutuhkan kedekatan informal yang tetap berjalan secara proporsional.

“Dalam sebuah organisasi, bukan hanya pemimpin yang bekerja. Setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawab sesuai dengan perannya masing-masing. Ketika semua memahami apa yang harus dilakukan, organisasi akan berjalan lebih baik,” tegas Yudi.

Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar anggota F Wamipro, sehingga organisasi mampu menjalankan program dan kegiatan secara efektif serta berkesinambungan.

Narasumber kedua, Dosen Fakultas Sastra dan Filsafat UPM Probolinggo, Dr. (Cand) Indra Tjahyadi, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi wartawan, khususnya dalam memahami perkembangan regulasi dan kebijakan di bidang pers.

Menurutnya, kegiatan orientasi seperti OKK memiliki peran strategis untuk memperluas akses pengetahuan bagi wartawan di daerah, terutama terkait aturan dan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan dunia jurnalistik.

Ia menilai sosialisasi mengenai kebijakan pers perlu dilakukan secara berkelanjutan agar wartawan dapat memahami serta menerapkan ketentuan yang berlaku dalam menjalankan profesinya.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga untuk menyosialisasikan kebijakan-kebijakan baru tentang pers. Peningkatan kemampuan jurnalis, khususnya di daerah, perlu terus dilakukan,” jelas Indra.

Ia juga menegaskan bahwa daerah memiliki peran penting dalam perkembangan Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas wartawan daerah perlu mendapat perhatian agar informasi mengenai dinamika, potensi, dan persoalan masyarakat dapat disampaikan secara berkualitas kepada publik.

Sementara itu, narasumber ketiga, Pembina UKM Jurnalistik UPM Probolinggo, Sulis Dyah Candra, memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, etika profesi, verifikasi fakta, serta teknik peliputan.

Ia menyampaikan bahwa wartawan yang telah terbiasa melakukan wawancara dan peliputan di lapangan tetap membutuhkan penyegaran pengetahuan untuk mengingat kembali prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Menurut Sulis, dalam kondisi tertentu, tuntutan kecepatan pemberitaan dapat membuat sejumlah tahapan penting terlewatkan apabila wartawan tidak cermat. Padahal, hal-hal yang terlihat sederhana tersebut dapat memengaruhi kredibilitas media.

“Dalam jurnalistik, etika dan verifikasi fakta merupakan hal yang sangat penting. Meskipun wartawan sudah terbiasa melakukan wawancara maupun liputan di lapangan, penyegaran materi tetap diperlukan agar prinsip-prinsip dasar kewartawanan tidak terabaikan,” ungkap Sulis.

Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau “artificial intelligence” (AI), dalam mendukung pekerjaan jurnalistik. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi wartawan tetap memiliki tanggung jawab utama untuk memeriksa kebenaran informasi dan menentukan inti berita yang akan disampaikan.

Karena itu, setiap informasi yang akan dipublikasikan harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi secara cermat agar tidak menimbulkan kesalahan maupun merugikan pihak lain.

Sulis berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan oleh seluruh anggota F Wamipro untuk meningkatkan kualitas pemberitaan dan menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan OKK 2026 melalui kolaborasi F Wamipro dan UPM Probolinggo menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan antara organisasi kewartawanan dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penambahan wawasan, tetapi juga menekankan pentingnya etika, akurasi, komunikasi, kerja sama organisasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Melalui pembekalan dari para narasumber, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari, mulai dari proses pencarian informasi, wawancara, konfirmasi, verifikasi, hingga penyusunan dan publikasi berita.

Dengan meningkatnya kompetensi dan profesionalisme wartawan, media diharapkan dapat semakin berperan dalam menyediakan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penutup acara sekaligus bentuk kebersamaan dan sinergi antara F Wamipro, UPM Probolinggo, para narasumber, serta tamu undangan.

Melalui kegiatan OKK ini, F Wamipro berharap seluruh anggotanya semakin siap menjalankan tugas kewartawanan secara profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta menjaga kredibilitas media demi menghadirkan pemberitaan yang berkualitas bagi masyarakat Probolinggo.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!