Dekranasda Kota Probolinggo Bekali Santri Keterampilan Membatik, Evariani Dorong Pesantren Miliki Batik Khas Sendiri
Probolinggo, Radarpatroli.com
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mendorong santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan produktif yang mampu menunjang kemandirian ekonomi. Salah satunya melalui pelatihan membatik dasar yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo bagi santri dan santriwati dari sejumlah pondok pesantren.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, secara resmi membuka Pelatihan Membatik Dasar bagi santri dan santriwati se-Kota Probolinggo, Minggu (1/11), bertempat di Ruang Promosi Batik Manggur, Kecamatan Kademangan.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo. Program ini bertujuan mengenalkan keterampilan membatik sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, dr. Evariani Aminuddin menegaskan bahwa pelatihan membatik bukan sekadar memberikan pengetahuan dasar, melainkan menjadi kesempatan bagi para santri untuk menggali potensi diri dan mempersiapkan kemandirian ekonomi sejak dini.
Menurutnya, setiap keterampilan membutuhkan proses belajar dan latihan secara berkelanjutan agar dapat berkembang menjadi kemampuan yang memiliki nilai ekonomi.
Ia mengibaratkan pengalaman dan keterampilan seperti pisau yang akan semakin tajam apabila terus diasah.
“Selagi kita tumbuh, sejak usia kecil hingga mencapai kedewasaan, kita harus menyerap berbagai macam ilmu. Baik membatik, menjahit, memasak, maupun ilmu lainnya. Semua itu menjadi bekal untuk kehidupan kita,” ungkapnya.

Evariani juga berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya. Sebab, keterampilan membatik memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren.
Bahkan, ia berharap ke depan setiap pondok pesantren di Kota Probolinggo mampu memiliki produk batik dengan motif, karakter, dan identitas khas masing-masing.
Dengan demikian, batik hasil karya santri tidak hanya menjadi kebanggaan pesantren, tetapi juga dapat diproduksi secara mandiri, dipasarkan lebih luas, serta memberikan tambahan penghasilan bagi lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.
“Ketika kita membuat inovasi yang berbeda daripada yang lain, sesuatu yang tidak ditemukan di tempat lain, dan memiliki satu syarat yaitu fokus, maka hasilnya akan maksimal dan bisa dinikmati, termasuk oleh diri kita sendiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat peserta, Dekranasda Kota Probolinggo juga membuka peluang bagi santri yang memiliki kemampuan membatik untuk mengembangkan hasil karyanya lebih lanjut.
Evariani menyampaikan, karya terbaik dari peserta nantinya dapat direkomendasikan untuk ditampilkan melalui Rumah Batik Kota Probolinggo. Terlebih, fasilitas ruang workshop di Rumah Batik juga akan disiapkan sebagai tempat edukasi dan peningkatan keterampilan membatik.
“Nanti siapa yang paling bagus, hasilnya disetorkan kepada saya. Akan saya gandeng untuk ditampilkan di Rumah Batik. Sebentar lagi kita juga memiliki ruang workshop di Rumah Batik yang bisa digunakan untuk mengedukasi dan meningkatkan keterampilan hingga peserta mampu mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Probolinggo, Imanudin Abil Fida, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti sebanyak 50 santri dan santriwati dari 10 pondok pesantren. Masing-masing pesantren mengirimkan lima orang peserta.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi Baznas bersama Disperinaker dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Imanudin, pengelolaan zakat saat ini perlu terus dikembangkan melalui berbagai program pemberdayaan, inovasi, dan kreativitas, khususnya bagi generasi muda agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Paradigma pengelolaan zakat saat ini bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Bagaimana mengembangkan inovasi dan kreativitas, mengembangkan usaha masyarakat, utamanya generasi muda,” jelasnya.
Ia berharap pelatihan membatik tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan bagi para peserta setelah kembali ke pondok pesantren masing-masing.
“Kami berharap adik-adik semuanya tidak hanya datang, belajar membatik, kemudian setelah itu alat-alatnya disimpan di gudang. Kami ingin keterampilan ini dikembangkan di pesantren. Syukur-syukur masing-masing pesantren memiliki batik khas sendiri,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas bersama Disperinaker juga menyerahkan dukungan berupa peralatan praktik dasar membatik kepada para peserta. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sekaligus menjadi modal awal bagi pesantren untuk mengembangkan kegiatan membatik secara berkelanjutan.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo Aries Santoso, Kepala Disperinaker Retno Wandansari, Camat Kademangan Abdi Firdausi, jajaran pengurus Baznas serta pengurus pondok pesantren.
Usai membuka kegiatan, Ketua Dekranasda dr. Evariani Aminuddin berkesempatan mengunjungi ruang pelatihan Batik Manggur. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung fasilitas serta aktivitas pelatihan membatik yang menjadi ruang belajar dan pengembangan kreativitas para peserta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap santri mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki bekal ilmu keagamaan, tetapi juga keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.
Ke depan, keterampilan membatik diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu kegiatan ekonomi kreatif pesantren, sekaligus melahirkan produk batik khas yang mampu memperkuat identitas daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
