Kecamatan Wonomerto Dan BPP Kolaborasi Wujudkan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Terpadu
PROBOLINGGO, RADARPATROLI
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Kantor Kecamatan Wonomerto bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonomerto meluncurkan program Pemanfaatan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program ini merupakan model pemanfaatan pekarangan secara terpadu yang mencakup budidaya tanaman hortikultura dan peternakan sebagai upaya mendukung konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Jum’at (08/08/2025).

Model P2B yang dikembangkan mencakup budidaya jamur tiram, kangkung darat, cabe, terong, bayam, sawi pokcay, serta ternak bebek dengan sistem kering. Pekarangan rumah dijadikan sebagai “warung hidup”, yakni sumber pangan keluarga sekaligus upaya efisiensi dalam belanja harian.
Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Wonomerto, Lusiar Agus, menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif swadaya dari para penyuluh dan staf yang berkomitmen menjadikan pekarangan sebagai pusat edukasi masyarakat.
“Program ini tidak menggunakan dana APBD, murni inisiatif dan spontanitas dari rekan-rekan yang punya semangat. Tujuan utama kami adalah menciptakan model pembelajaran yang bisa direplikasi oleh kelompok wanita tani, PKK, maupun masyarakat umum yang ingin belajar memanfaatkan pekarangan secara maksimal,” ujar Lusiar.
Konsep terintegrasi menjadi kunci dari program ini. Tidak hanya menanam sayuran, tetapi juga mengembangkan peternakan seperti itik dan rencana ke depan akan menyasar budidaya ikan dan ternak besar. Model ini menggunakan teknologi vokasi berupa pupuk cair dan padat dari limbah ternak, yang dinilai lebih alami dan aman bagi kesehatan.
Lusiar menambahkan, budidaya di pekarangan memberikan banyak keuntungan: keamanan pangan lebih terjamin karena diketahui langsung prosesnya, meningkatkan asupan gizi keluarga, efisiensi pengeluaran rumah tangga, serta kemudahan dalam penyajian makanan harian bagi anak sekolah maupun suami yang bekerja.
“Sayur itu tidak harus dari pasar atau supermarket. Sayur bisa kita hadirkan dari pekarangan kita sendiri. Ini mudah dilakukan, tidak butuh keahlian khusus, hanya kemauan dan konsistensi,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Camat Wonomerto, Rasyidhi, S.Sos, MM, menyatakan dukungannya dan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun gerakan pemanfaatan pekarangan secara massif.
“Kami mulai dari kantor kecamatan sendiri sebagai contoh. Tukang kebun kami, Pak Joko, kami libatkan sebagai penanggung jawab langsung. Ini jadi bentuk kekompakan personil kecamatan dalam kolaborasi dengan BPP, dan kami harap semua desa bisa meniru langkah ini,” ujar Rasyidhi.
Dengan semangat kolaborasi, program P2B ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata peningkatan gizi masyarakat dan mendukung kemandirian pangan berbasis rumah tangga. Selain memberikan edukasi langsung, model ini juga membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah sendiri.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
