Pemkot Probolinggo Gelar Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tiga Lokasi Dapur Diusulkan
Probolinggo, Radarpatroli
Pemerintah Kota Probolinggo terus bergerak cepat menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Program MBG pada Senin (7/7/2025). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Nawasena BPPKAD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk Kejaksaan Negeri, BPPKAD, Dinas PUPR Perkim, Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Baperinda, serta mitra dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Wonoasih dan Kanigaran.

Salah satu agenda utama rapat adalah membahas percepatan pembangunan dapur MBG SPPG yang menjadi infrastruktur kunci dalam pelaksanaan program ini.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Dodik Hermawan, turut hadir memberikan materi penyuluhan dan penerangan hukum demi mendukung kelancaran program. Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN) RI, terdapat 1.542 lahan yang telah diverifikasi untuk survei secara nasional, namun baru 178 yang disurvei, dan hanya 127 lahan yang telah terverifikasi siap dibangun.
“Fokus kita hari ini adalah percepatan proses lahan pinjam pakai dari Pemda. Apakah lahan yang kita ajukan benar-benar memenuhi persyaratan?” ujar Dodik dalam forum rapat.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sangat penting untuk menyiapkan lahan yang layak secara administratif dan teknis. Dodik juga menyampaikan bahwa koordinasi intensif sangat dibutuhkan agar program ini dapat berjalan sesuai target.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Probolinggo mengusulkan tiga lokasi calon dapur MBG SPPG untuk dibangun pada tahun 2025, yaitu,
1. Tanah di Jl. PO Nusantara (belakang SMPN 7), Kelurahan Kanigaran Luas ± 2.000 m², Sertifikat Hak Pakai No. 84/2021.
2. Tanah di Jl. Mawar Permai, Kelurahan Sukabumi Luas ± 2.430 m², Sertifikat Hak Pakai No. 54/2021.
3. Tanah dan bangunan di Jl. Soekarno-Hatta, Kelurahan Curahgrinting (eks. PT UTB/Ganesha) Luas ± 4.350 m², Sertifikat Hak Pakai No. 20/2020.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, melaporkan bahwa sasaran penerima manfaat MBG di Kota Probolinggo mencapai 49.604 jiwa, terdiri dari, 170 anak TPA, 2.003 anak Kelompok Bermain (KB), 47.431 siswa tingkat SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
Namun ia menegaskan bahwa jumlah tersebut belum termasuk ibu hamil dan anak-anak penderita stunting, yang juga menjadi prioritas pengembangan program di masa mendatang.
Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, menyampaikan bahwa Pemkot saat ini masih menunggu arahan resmi dari Gubernur Jawa Timur untuk melangkah lebih lanjut.
“Ini menjadi agenda penting dalam koordinasi kami dengan kepala daerah se-Jatim terkait SPPG, termasuk dalam memastikan persyaratan dan kriteria dari pusat terpenuhi,” ujar Aminuddin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menekankan perlunya tindakan nyata dan cepat untuk mengakselerasi pelaksanaan program.
“Alhamdulillah, ada keterbukaan dari tim MBG menyampaikan segala kendala yang selama ini menghambat. Ini jadi acuan awal kami untuk bergerak. Saya tangkap sinyal bahwa aksi ini harus segera direalisasikan,” ujarnya.
“Titik koordinat lokasi akan segera disampaikan ke pusat agar proses persetujuan bisa dipercepat,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah drg. Ninik Ira Wibawati dan Asisten Pemerintahan Madihah, serta melibatkan dialog terbuka dan diskusi aktif antarinstansi. Antusiasme dan komitmen dari berbagai pihak terlihat jelas, mencerminkan semangat bersama untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis demi masa depan generasi muda Kota Probolinggo.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah, terutama dari keluarga kurang mampu. Pemkot Probolinggo melalui rapat ini menunjukkan kesiapannya dalam mendukung dan mempercepat implementasi program, mulai dari pengadaan lahan hingga kesiapan operasional dapur MBG.
Dengan langkah konkret yang terus didorong, diharapkan program ini bisa segera terealisasi dan menjadi percontohan pelaksanaan MBG yang efektif dan tepat sasaran di Jawa Timur.
Reporter : Sayful
Narasumber : Kominfo Kota
