Dewan Pendidikan Probolinggo Perkuat Peran Strategis, Dorong Mutu Dan Evaluasi Hari Sekolah

0
IMG-20260415-WA0006
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Di tengah upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal mutu pendidikan sekaligus memastikan implementasi kebijakan hari sekolah berjalan optimal di seluruh satuan pendidikan.

Sepanjang April 2026, Dewan Pendidikan aktif melakukan kunjungan lapangan ke berbagai sekolah, mulai tingkat SMP hingga SMA, termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi riil pendidikan sekaligus memetakan potensi serta tantangan yang dihadapi sekolah.

Beberapa sekolah yang telah dikunjungi antara lain SMP Negeri 1 Krejengan, SMP Negeri 2 Besuk, SMP Negeri 1 Dringu dan SMP Negeri 2 Gending. Dari hasil kunjungan tersebut, Dewan Pendidikan memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi pembelajaran dan lingkungan sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo Abdul Aziz Wahab menyampaikan bahwa Dewan Pendidikan hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan.

“Dewan Pendidikan berupaya menjadi mitra terbaik, mitra produktif serta mampu memberikan masukan, saran dan langkah strategis dalam menata pendidikan di Kabupaten Probolinggo agar semakin baik sesuai visi-misi kepala daerah,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, Dewan Pendidikan menemukan sejumlah potensi positif di berbagai sekolah, seperti lingkungan yang bersih, suasana belajar yang kondusif serta mulai terbentuknya karakter siswa. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penguatan karakter dan penataan lingkungan sekolah.

“Sekolah yang sudah menunjukkan kondisi baik akan kita dorong untuk terus berkembang, sementara yang masih perlu pembenahan akan menjadi fokus pembinaan ke depan,” jelasnya.

Selain itu, Dewan Pendidikan juga memantau pelaksanaan kebijakan lima hari dan enam hari sekolah yang mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 serta Perbup Nomor 7 Tahun 2026.

“Hasil pemantauan menunjukkan kedua sistem tersebut berjalan dengan baik dan tetap mampu menjaga kualitas pembelajaran. Kolaborasi antara sekolah, masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan. Pendidikan karakter, keagamaan dan akademik tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Menurut Aziz Wahab, respon siswa terhadap sistem lima hari sekolah tergolong positif. Tidak ditemukan kejenuhan yang signifikan, bahkan terjadi peningkatan dalam perilaku dan kedisiplinan siswa.

“Kami menilai sekolah yang masih menerapkan enam hari sekolah pada dasarnya sudah siap jika nantinya beralih ke sistem lima hari. Hal ini didukung oleh ketersediaan fasilitas penunjang seperti musholla, tempat wudhu hingga kegiatan keagamaan di sekolah,” lanjutnya.

Dukungan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan kebijakan tersebut. Dengan adanya program ini, siswa tidak lagi terbebani membawa bekal dari rumah sehingga dapat lebih fokus dalam proses belajar.

Ke depan, Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo berencana menyusun model sekolah ideal sebagai rujukan pengembangan pendidikan daerah. Berbagai temuan di lapangan akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.

Dalam waktu dekat, Dewan Pendidikan juga akan menggelar kegiatan halaqah pendidikan pada 18 April 2026 dengan tema “Probolinggo Zero ATS” sebagai upaya menekan angka anak tidak sekolah.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Dewan Pendidikan optimistis mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata dan berdaya saing di Kabupaten Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!