Lawan Hoaks, Kota Probolinggo Perkuat Literasi Lewat Pelatihan Jurnalistik

0
WhatsApp Image 2026-04-28 at 15_43_41
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Pelatihan jurnalistik di Kota Probolinggo menjadi langkah nyata memperkuat literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit disaring kebenarannya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Berdampak.net ini diikuti oleh mahasiswa, kepala sekolah, kader partai politik hingga masyarakat umum. Pelatihan berlangsung di Aula Hayam Wuruk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Selasa (28/4/2026).

Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwgtyo yang mewakili Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta. Menurutnya, kehadiran berbagai kalangan mencerminkan kesiapan masyarakat untuk mengambil peran strategis dalam mendorong transformasi Kota Probolinggo menjadi kota yang semakin maju.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme bapak, ibu, dan saudara sekalian dalam mengikuti agenda ini. Kehadiran anda semua mencerminkan kesiapan untuk mengambil peran strategis, tidak hanya sebagai katalisator, tetapi juga sebagai akselerator dalam mendorong transformasi Kota Probolinggo menuju kota yang semakin maju dan bersolek,” ujar Rey.

Ia juga memberikan penghargaan kepada tim penyelenggara atas dedikasi dan kerja kerasnya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Rey menegaskan, dalam setiap proses perubahan, masyarakat kerap menghadapi dinamika mulai dari penolakan hingga akhirnya menerima perubahan tersebut.

Menurutnya, peran media dan masyarakat sangat penting sebagai penyambung informasi yang kredibel. Ia mengingatkan agar masyarakat mampu memahami dan memilah informasi secara bijak, terutama dalam situasi yang sensitif agar tidak menimbulkan keresahan.

Lebih lanjut, Rey menyoroti tantangan di era digital, terutama semakin sulitnya membedakan informasi fakta dengan informasi hasil rekayasa yang dihasilkan teknologi Artificial Intelligence.

Kondisi ini dinilai dapat memicu konflik sosial, ujaran kebencian hingga kejahatan siber. Oleh karena itu, dibutuhkan peran jurnalis, termasuk jurnalis warga, untuk menjadi penyeimbang arus informasi dengan menyajikan berita berbasis fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama yakni manajemen risiko dan etika dasar kejurnalistikan. Materi manajemen risiko disampaikan oleh Rahmat Hidayat dari Sahabat Lensa yang membahas pentingnya pengelolaan risiko dalam aktivitas jurnalistik.

Sementara itu, materi etika dasar kejurnalistikan disampaikan oleh Ali Masduki yang menekankan pentingnya integritas, keberimbangan, dan profesionalitas dalam menghasilkan karya jurnalistik yang dapat dipercaya.

Rey berharap, melalui pelatihan ini para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

“Program-program pemerintah akan lebih cepat dipahami masyarakat apabila informasi yang disampaikan benar, terpercaya, dan tersampaikan dengan baik. Dengan begitu, kepercayaan publik juga akan terus meningkat,” pungkas Rey yang didampingi Plt Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yuliyanti.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!