Warga Desa Sumberrejo Keluhkan Krisis Air Bersih, PLN Persero Bergerak Cepat Tindaklanjuti Keluhan

0
0a9dde12-28f0-40ff-851a-346acd70a7d9
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Warga Dusun Krajan RT 03 RW 02 Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mengeluhkan krisis air bersih yang terjadi selama hampir satu minggu terakhir. Kondisi tersebut diduga akibat tegangan listrik yang terlalu kecil sehingga mesin sumur bor tidak dapat berfungsi dengan normal. Kamis (14/05/2026).

Akibat tidak berfungsinya sumur bor tersebut, sejumlah warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, beberapa warga mengaku terpaksa tidak mandi selama hampir sepekan karena tidak adanya air.

Salah satu warga setempat, Mansur, menjelaskan bahwa persoalan utama berasal dari tegangan listrik yang tidak cukup kuat untuk menghidupkan mesin sumur bor milik warga.

“Warga di sini kekurangan air bersih gara-gara sumur bornya mati. Listriknya ada, tapi stromnya terlalu kecil sehingga mesin bor tidak hidup. Artinya daya listriknya kurang besar,” ujar Mansur kepada awak media.

Menurutnya, warga sebelumnya sudah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak PLN dengan harapan segera ada penanganan agar aliran listrik kembali normal dan sumur bor bisa digunakan kembali.

“Kami meminta agar listrik di Dusun Krajan Desa Sumberrejo diperbesar lagi supaya sumur bor bisa hidup kembali dan warga tidak kekurangan air lagi. Hampir satu minggu warga di sini banyak yang tidak mandi,” tambahnya.

Keluhan warga tersebut langsung mendapat respons dari pihak PLN Persero. Petugas PLN bernama Dani turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan listrik yang dikeluhkan masyarakat.

Dani menjelaskan bahwa penyebab utama tegangan listrik drop diduga berasal dari kondisi kabel jaringan yang sudah memerlukan peremajaan. Menurutnya, tegangan listrik dari trafo menuju rumah warga banyak berkurang di sepanjang jalur distribusi.

“Untuk kendala dari trafo sampai ke titik warga yang terdampak tegangan drop itu kemungkinan perlu peremajaan kabel. Karena tegangan habis di jalan sehingga perlu dilakukan penggantian atau perbaikan jaringan,” jelas Dani.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan PLN terkait langkah penanganan yang akan dilakukan, mengingat persoalan tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami di lapangan juga merasakan keluhan warga. Ini kebutuhan penting karena warga sampai kesulitan mandi selama satu minggu. Hari ini kami koordinasikan dulu dengan pimpinan terkait tindak lanjutnya,” tegasnya.

Warga berharap proses penanganan dari PLN dapat segera direalisasikan agar pasokan air bersih kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!