Ketua Dekranasda Kota Probolinggo Dorong Pengembangan Wisata Religi Dan UMKM Di Gereja Merah

0
WhatsApp Image 2026-05-19 at 13_46_07
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya pelestarian bangunan bersejarah sekaligus penguatan ekonomi kreatif terus dilakukan di Kota Probolinggo. Salah satu langkah tersebut terlihat saat Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani mengunjungi Gereja Merah, bangunan cagar budaya yang berada di Jalan Suroyo Nomor 32, Selasa (19/5) siang. Kunjungan ini menjadi bagian dari penjajakan pengembangan kawasan wisata religi berbasis UMKM dan pusat oleh-oleh khas daerah.

Kunjungan tersebut berlangsung di rumah dinas Pendeta Wiwik Kristiani Kembuan dan disambut hangat oleh jajaran pengurus Gereja Merah, di antaranya Ketua 1 Cornelius Tahapari, Ketua 2 Andri Martin dan Sekretaris Milarosa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) M. Abas serta perwakilan DKUP Rani Yustisia.

Dalam pertemuan itu, berbagai hal dibahas terkait upaya pelestarian Gereja Merah sebagai salah satu ikon wisata religi dan situs cagar budaya di Kota Probolinggo. Pihak gereja menjelaskan sejarah bangunan yang unik karena menggunakan sistem bongkar pasang (knockdown) asal Jerman.

Gereja yang dibangun sejak tahun 1862 tersebut hingga kini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah bagi sekitar 88 kepala keluarga (KK). Selain ruang utama ibadah, Gereja Merah juga memiliki berbagai fasilitas penunjang seperti ruang persiapan ibadah, kantor utama, toilet jemaat, tiga ruang sekolah mingguan anak, dua ruang persekutuan remaja, dapur umum, gudang hingga guest house.

Meski memiliki nilai sejarah tinggi, pengelolaan bangunan bersejarah tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait biaya perawatan yang selama ini masih mengandalkan swadaya jemaat. Untuk memperkuat kemandirian ekonomi, pihak gereja berencana membangun kantin dan mengembangkan unit usaha kreatif sebagai sumber pendukung operasional rumah ibadah.

Menanggapi rencana tersebut, dr. Evariani memberikan sejumlah masukan strategis, salah satunya mengintegrasikan kegiatan Gereja Merah dengan agenda Car Free Day serta menggandeng pelaku UMKM untuk menghadirkan produk suvenir khas daerah.

“Ini bisa menjadi peningkatan ekonomi rumah ibadah sekaligus memperkuat daya tarik wisata religi di Kota Probolinggo,” ujar Evariani yang juga menjabat Ketua TP PKK Kota Probolinggo.

Usai berdiskusi, dr. Evariani bersama rombongan meninjau langsung area gereja dan sejumlah fasilitas penunjang. Di sisi utara gereja nantinya direncanakan akan dibangun pusat oleh-oleh dan gerai UMKM yang memanjang ke arah timur lengkap dengan konsep kantin terbuka.

Pendeta Wiwik Kristiani Kembuan menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan bentuk sinergi antara pihak gereja dengan Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“Area kantin yang sedang dibangun nantinya akan menyediakan ruang khusus untuk produk UMKM dan pusat oleh-oleh. Konsepnya terbuka tanpa sekat agar memudahkan interaksi antara penjual dan pembeli,” jelas Wiwik.

Menurutnya, fasilitas itu nantinya akan dikelola langsung oleh pihak gereja guna memperkuat kemandirian ekonomi jemaat dan masyarakat sekitar. Selain menyediakan kuliner, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat promosi produk kreatif dan suvenir khas Kota Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Probolinggo M. Abas menegaskan bahwa Gereja Merah selama ini menjadi salah satu cagar budaya unggulan sekaligus destinasi wisata sejarah penting di Kota Probolinggo maupun Jawa Timur.

“Pemerintah harus hadir, bukan hanya membranding tempat wisata, tetapi juga memberikan dukungan terhadap dinamika pengelolaannya. Setelah berdiskusi dengan pihak gereja, ternyata ada banyak kendala yang dihadapi pengelola,” kata Abas.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Probolinggo akan terus mencari langkah strategis guna mendukung pengembangan Gereja Merah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ke depan, Dispopar juga akan melakukan komunikasi lebih lanjut terkait berbagai kebutuhan pengembangan destinasi wisata religi dan tempat ibadah bersejarah lainnya di Kota Probolinggo.

Menurut Abas, langkah tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan agar potensi wisata daerah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!