Wali Kota Probolinggo Kukuhkan Pengurus FKDM 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
Probolinggo, Radarpatroli.com
Pemkot Probolinggo terus memperkuat sistem deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman masyarakat. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Audiensi Pengurus Tim Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tahun 2026 sekaligus pengukuhan pengurus FKDM masa bakti 2026–2030 di Ruang Hayam Wuruk Bakesbangpol Kota Probolinggo, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo Aminuddin didampingi Kepala Bakesbangpol M. Sonhaji dan diikuti sebanyak 63 peserta yang terdiri dari pengurus FKDM serta lurah se-Kota Probolinggo. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kepala Bakesbangpol M. Sonhaji menjelaskan bahwa FKDM kini telah terbentuk hingga tingkat kelurahan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan berbagai potensi konflik sosial di lingkungan masyarakat. Menurutnya, keberadaan FKDM sangat penting agar setiap persoalan dapat diantisipasi sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“FKDM diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, mencegah konflik sosial, serta menyatukan visi dan misi bersama pemerintah daerah dalam menciptakan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum agar terhindar dari ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo terus melakukan upaya mitigasi konflik sosial melalui analisa dan evaluasi rutin yang dilaksanakan Bakesbangpol setiap bulan. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika konflik sudah terjadi.
“Mencegah konflik berarti menjaga keberlangsungan pembangunan dan melindungi kepentingan masyarakat. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila stabilitas sosial dan keamanan daerah tetap terjaga dengan baik. Karena itu, forum FKDM diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi dan koordinasi dalam menyampaikan laporan, masukan, serta saran dari setiap wilayah demi menjaga situasi Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif.
“Semoga melalui forum ini terbangun komunikasi, koordinasi, dan kepedulian bersama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh rasa persaudaraan,” tuturnya.
Audiensi sekaligus pengukuhan pengurus FKDM tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat wilayah, dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman Kota Probolinggo. Layaknya simpul pengaman sosial yang saling terhubung, FKDM diharapkan mampu menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan demi terciptanya kota yang damai, aman, dan harmonis.
