Turba PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Di Wonomerto, Perkuat Solidaritas Dan Bangun Kesadaran Keamanan Perempuan Di Ruang Publik

0
de60d552-d234-40dc-8523-e62833ec2287
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keamanan perempuan mewarnai kegiatan Turba Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo yang digelar di Pendopo Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang dirangkai dengan sosialisasi bertema “Fatayat Siaga Membangun Kesadaran Keamanan Perempuan di Ruang Publik” tersebut berlangsung penuh keakraban, edukatif dan sarat pesan sosial kemasyarakatan. Minggu (24/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Wonomerto Rasyidhi, S.Sos., MM, Ketua TP PKK Kecamatan Wonomerto Luluk Sugiarti Rasyidhi, Ketua MWC NU Kecamatan Wonomerto Kh. Muhlisin, S.Pd, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia, S.Pd, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Wonomerto Badriya Lailatul Izzah, S.Pd, Kanit Binmas Polsek Wonomerto Aipda Adin Triyantoro serta seluruh anggota Fatayat NU se-Kecamatan Wonomerto dan sejumlah pengurus Fatayat NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Sejak pagi, suasana Pendopo Kecamatan Wonomerto tampak ramai dipenuhi kader-kader Fatayat NU yang hadir dengan penuh antusias. Selain menjadi agenda rutin organisasi, kegiatan Turba tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota Fatayat NU sekaligus memperkuat koordinasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan ranting.

Dalam sambutannya, Camat Wonomerto Rasyidhi, S.Sos., MM menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Turba PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo di wilayah Kecamatan Wonomerto. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena bukan hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga wadah edukasi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Rasyidhi menilai Fatayat NU memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terkait persoalan sosial, keluarga dan keamanan lingkungan. Ia menyebutkan bahwa salah satu persoalan serius yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah tingginya angka pernikahan usia dini yang berdampak terhadap meningkatnya risiko stunting.

Karena itu, ia berharap Fatayat NU dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para perempuan muda dan keluarga, agar memahami dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Kegiatan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo yang ditempatkan di Pendopo Kecamatan Wonomerto ini merupakan kesempatan yang luar biasa. Selain bisa bersilaturahmi, kita juga bisa mengenal seluruh ranting-ranting dan berkoordinasi dengan TNI-Polri di semua desa yang ada di Kecamatan Wonomerto,” ujar Rasyidhi.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan Fatayat NU, pemerintah kecamatan dapat menyampaikan berbagai program prioritas daerah, termasuk visi dan misi Bupati Probolinggo terkait penurunan angka stunting dan penguatan ketahanan keluarga.

“Melalui Fatayat ini kita bisa menyampaikan larangan pernikahan usia dini. Dari sisi keluarga dan pribadi, Fatayat memiliki peran penting untuk menekan terjadinya pernikahan dini yang berdampak pada masa depan generasi muda,” tambahnya.

Selain itu, Rasyidhi juga menyoroti meningkatnya keresahan masyarakat terkait maraknya aksi begal dan tindak kriminalitas di sejumlah wilayah. Menurutnya, perempuan menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi korban kejahatan di ruang publik sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Melalui kegiatan ini kita juga mengingatkan bagaimana perempuan harus bisa menjaga keamanan dirinya saat berada di ruang publik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan Turba merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan tingkat keaktifan pengurus Fatayat NU di masing-masing kecamatan.

Menurut Sofia, kegiatan Turba bukan sekadar kunjungan organisasi, melainkan ruang komunikasi dan evaluasi bersama antara pengurus cabang dengan pengurus kecamatan. Berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi di tingkat PAC nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi di tingkat PC agar ditemukan solusi yang tepat.

“Memang kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap satu bulan sekali untuk mengetahui keaktifan sahabat-sahabat di tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Di sana kami saling sharing antara pengurus kecamatan dengan pengurus PC,” kata Sofia.

Ia menambahkan, tema “Fatayat Siaga Membangun Kesadaran Keamanan Perempuan di Ruang Publik” dipilih karena persoalan keamanan perempuan saat ini menjadi isu yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, perempuan memiliki aktivitas yang cukup tinggi di luar rumah sehingga harus dibekali pengetahuan dan kesadaran terkait langkah-langkah menjaga keselamatan diri agar terhindar dari tindak kriminalitas.

“Yang lagi viral sekarang kan persoalan keamanan perempuan. Karena itu kita ingin melalui kegiatan ini Fatayat bisa menjaga dirinya sendiri dan mampu mencegah kriminalitas terhadap perempuan,” jelasnya.

Sofia juga mengimbau kepada seluruh anggota Fatayat NU agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, khususnya ketika bepergian pada malam hari atau melintasi daerah yang minim penerangan dan rawan kejahatan.

Ia meminta agar para perempuan tidak bepergian seorang diri dan selalu mengutamakan keselamatan diri dengan meminta pendamping saat keluar malam.

“Kami mengimbau kepada sahabat-sahabat Fatayat, terutama perempuan yang aktivitasnya banyak di luar rumah, jangan sampai berkegiatan hingga larut malam sendirian. Kalau lewat tempat rawan harus ada temannya, jangan sendiri. Kalau bisa diantar suami atau keluarga,” ungkapnya.

Selain memberikan edukasi kepada anggota Fatayat, Sofia juga berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli keamanan di wilayah-wilayah rawan tindak kriminalitas dan begal.

Menurutnya, penerangan jalan di sejumlah titik juga perlu diperbanyak agar masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas pada malam hari.

“Kami juga berharap pihak kepolisian memperketat keamanan dengan patroli di tempat-tempat rawan serta memperbanyak penerangan jalan untuk meminimalisir tindak kriminalitas,” lanjutnya.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Wonomerto Badriya Lailatul Izzah, S.Pd dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Turba di Kecamatan Wonomerto. Ia mengaku bangga karena Wonomerto dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tingkat kabupaten tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi kader Fatayat NU di Kecamatan Wonomerto, terutama dalam meningkatkan wawasan organisasi, mempererat silaturahmi dan memperkuat kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga keamanan diri dan keluarga.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo beserta seluruh sahabat-sahabat Fatayat. Semoga kegiatan ini semakin mempererat solidaritas dan memberikan manfaat besar bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Badriya juga berharap kader Fatayat NU di Wonomerto semakin aktif dan solid dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial, keagamaan dan pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat.

Sementara itu, suasana kegiatan semakin hidup ketika Kanit Binmas Polsek Wonomerto Aipda Adin Triyantoro memberikan materi edukasi dan imbauan kamtibmas kepada seluruh peserta. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, ia mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas yang saat ini semakin beragam.

Menurut Aipda Adin, banyak tindak kejahatan terjadi karena adanya kesempatan yang dimanfaatkan oleh pelaku. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak memberikan peluang bagi pelaku kejahatan.

“Kalau melewati jalan yang sepi dan tidak ada penerangan, jangan sendirian. Harus ada teman atau keluarga yang menemani karena pelaku kejahatan biasanya mencari kesempatan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelaku begal umumnya berasal dari luar daerah dan berkeliling mencari target di lokasi-lokasi yang dianggap sepi dan minim pengawasan. Karena itu, patroli kepolisian terus dilakukan secara berpindah-pindah untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

“Kalau ada patroli polisi, biasanya pelaku berpikir dua kali untuk melakukan tindak kejahatan,” ujarnya.

Selain itu, Aipda Adin juga mengingatkan pentingnya penggunaan kunci ganda pada kendaraan bermotor sebagai bentuk antisipasi pencurian. Menurutnya, langkah kecil seperti penggunaan gembok cakram dapat mengurangi risiko kendaraan dicuri.

Tak hanya membahas soal keamanan di luar rumah, Aipda Adin juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak persoalan sosial yang bermula dari kondisi keluarga yang tidak harmonis.

Ia mengajak para ibu untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman dan penuh kasih sayang agar anggota keluarga merasa tenang dan betah di rumah.

“Kita harus bisa membuat rumah menjadi nyaman seperti surga bagi keluarga. Karena banyak persoalan di luar rumah sebenarnya berawal dari masalah di dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga, baik antara suami istri maupun orang tua dengan anak. Hal-hal sederhana seperti saling menyapa, menanyakan kabar dan memberikan perhatian dinilai sangat penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

“Hal kecil seperti bertanya sudah makan atau bagaimana kegiatan hari ini itu penting. Itu bentuk kasih sayang dalam keluarga,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama pihak kepolisian terkait keamanan lingkungan dan langkah-langkah pencegahan kriminalitas. Kegiatan Turba PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo tersebut diharapkan mampu meningkatkan solidaritas organisasi sekaligus membangun kesadaran perempuan agar lebih peduli terhadap keamanan diri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Penulis : Sayful

    Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!