Danramil Wonoasih Kawal Festival Sapeh Brujul, Dorong Pelestarian Budaya Dan Pariwisata Kota Probolinggo

0
IMG-20260525-WA0006
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Suasana Lapangan Kerapan Sapi Brujul di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo tampak semarak saat gelaran Festival Sapeh Brujul digelar, Senin (25/5/2026). Dalam kegiatan budaya tahunan tersebut, Komandan Koramil (Danramil) 0820-02/Wonoasih Kapten Inf M. Yahudin turun langsung untuk mengawal sekaligus memastikan keamanan jalannya acara agar berlangsung aman dan tertib.

Kapten Inf M. Yahudin menyampaikan, Festival Sapeh Brujul digelar oleh salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Probolinggo sebagai bentuk upaya melestarikan budaya khas daerah yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.

“Festival Sapeh Brujul rutin masuk dalam agenda kalender pariwisata daerah,” kata Kapten Inf M. Yahudin.

Menurutnya, kerapan Sapeh Brujul tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, namun juga bagian penting dari promosi pariwisata Kota Probolinggo. Event budaya tersebut bahkan telah dimasukkan dalam kalender tahunan destinasi wisata daerah guna menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Melalui event tahunan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Probolinggo,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi kerapan Sapeh Brujul merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Antusiasme masyarakat yang hadir dinilai menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati warga.

“Kerapan Sapeh Brujul ini bukan sekadar hiburan tetapi warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Saya bangga melihat antusiasme masyarakat. Gaungkan event ini lebih luas agar wisatawan lokal hingga mancanegara datang ke Kota Probolinggo. Dengan begitu budaya kita bisa mendunia dan sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” tambahnya.

Lebih lanjut, perwira berpostur tinggi tegap tersebut menjelaskan bahwa Festival Sapeh Brujul juga menjadi sarana menjaga keberlangsungan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Madura dan wilayah tapal kuda Jawa Timur.

Melalui kegiatan budaya itu, pemerintah daerah bersama masyarakat berharap tradisi kerapan sapi tetap dikenal oleh generasi muda serta mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata budaya di Kota Probolinggo dan sekitarnya.

Festival tersebut juga mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati area lapangan kerapan sapi untuk menyaksikan jalannya perlombaan dan berbagai rangkaian hiburan budaya yang disuguhkan panitia.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Pendim 0820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!